Prof. Dr. Ir. Wiratman Wangsadinata tutup usia di RS. Pondok Indah (05/04) menjadi kabar duka bagi dunia kontruksi Indonesia sekaligus keluarga Universitas bakrie. Prof. Sofia Alisyahbana M.Sc., Ph.D sebagai rektor Universitas Bakrie merupakan anak kedua dari Prof. Dr. Ir. Wiratman Wangsadinata.

Keahlian Wiratman di bidang struktur sehingga Beliau mendapati julukan sebagai Bapak Beton Indonesia. Wiratman juga terkenal sebagai penggagas terbentuknya peraturatan gempa di Indonesia. Beliau juga Pendiri dan Direktur Utama PT. Wiratman & Associates, Multidisciplinary Consultant. 

Saat pelepasan jenazah, Prof. Sofia Alisyahbana M.Sc., Ph.D mengatakan bahwa Prof Wiratman adalah sosok yang sangat menginspirasi tidak hanya bagi keluarga namun juga bagi semua mahasiswa dan kolega yang mengenalnya, pesan beliau yang saya ingat adalah beliau berpesan tongkat estafet harus diteruskan kepada generasi muda untuk terus berkarya dan berinovasi.

Sebagai salah satu putra kebanggaan bangsa Indonesia, banyak peran andil Wiratman dalam perencanaan dan supervisisi proyek kontruksi, mulai dari proyek pembangunan jalan, bendungan, jembatan, gedung-gedung tinggi hingga proyek-proyek berskala raksasa di Indonesia.

Kecintaannya Wiratman terhadap dunia kontruksi, mengantarkan pendidikannya menjadi Sarjana Teknik Sipil dari Institut Teknologi Bandung (ITB), hingga sukses menempuh program doktor dan lulus cum-laude, setelah itu beliau diangkat menjadi guru besar di ITB Bandung.

Semasa hidupnya, Wiratman sudah banyak mendedikasikan keilmuannya di bidang kontruksi Indonesia. Baik secara akademik dan professional. Dilanjut oleh Prof. Dr. Ir. Kadarsah Suryadi, DEA selaku Rektor ITB juga mengatakan bahwa Keluarga Besar ITB berduka atas kepergian Prof Wiratman yang telah memberikan sumbangsih bagi bangsa Indonesia, terutama beliau sudah menjadi suri tauladan bagi kita semua.

Sosok yang peduli dengan perkembangan teknik sipil khususnya di bidang jembatan ini memiliki integritas tinggi dalam desaign struktur. Keuletannya menjadikan Beliau mendapatkan posisi terhormat dalam lingkungan jasa kontruksi Indonesia.

Dengan kepergian Beliau sebagai putra bangsa yang membanggakan, semoga mendapatkan tempat terbaik disisi-Nya dan keluarga yang ditinggalkan diberikan kesabaran dan ketabahan. Kepergiannya memang duka yang mendalam, namun harus menjadi dorongan bagi putra-putri Indonesia untuk melahirkan kembali ilmuan Indonesia di bidang kontruksi. Dilahirkanya calon putra-putri bangsa yang akan membanggakan sebagai penerus Beliau.