Bersama dengan salah satu Dosen Teknik Sipil Universitas Bakrie yaitu Ibu Safrilah, ST., M.Sc. menghadiri PAMERAN TRANSPORTASI DAN INSFRASTRUKTUR INDONESIA 2016 yang bertempat di SMESCO Convention Center, Jakarta. Kunjungan tersebut bertujuan agar mahasiswa/i mendapat ilmu pengetahuan & pemahaman lebih mendalam mengenai sistem transportasi & infrastruktur di Indonesia.

Pada pameran terdapat lebih dari 32 exhibitor  yang merupakan stakeholder dalam bidang transportasi dan infrastruktur, yang diantaranya terdiri dari perusahaan-perusahaan swasta maupun perusahaan-perusahaan BUMN.

 
Exhibitor yang pertama kali dikunjungi adalahPT. MRT Jakarta, Jumat (16/09). Perwakilan Himpunan Mahasiswa Teknik Sipil Universitas Bakrie di mana mahasiswa mendapatkan banyak sekali ilmu yang bermanfaat, karena proyek MRT mencakup keseluruhan bidang teknik sipil, yaitu struktur, transportasi, tanah, keairan dan manajemen konstruksi dengan mengedepankan penggunakan teknologi. Mahasiswa mendapat informasi mengenai kemajuan proyek MRT yang dibangun dari dua arah dan dua tipe: bawah tanah/subway dan layang/elevated serta teknis pelaksanaan proyek tersebut. Pembangunan MRT tipe bawah tanah berjalan lebih cepat daripada tipe layang (pekerjaan proyek pada depo & struktur layang telah menyelesaikan 36,56% dan struktur bawah tanah sebesar 72,60% (data per 31 Agustus 2016)) padahal dari segi teknis, pembangunan struktur bawah tanah memerlukan analisis yang lebih rumit. Menurut PT MRT Jakarta, hal tersebut disebabkan oleh kendala pembebasan lahan pada struktur layang, sehingga sedikit menghambat pembangunan. Pada kesempatan tersebut, mahasiswa juga menanyakan tentang kunjungan lapangan ke PT MRT yang disambut hangat dengan beberapa persyaratan yang harus dipenuhi oleh Prodi Teknik Sipil.

 

 
Exhibitor kedua yang dikunjungi adalah PT. Jasa Raharja yang bergerak dibidang asuransi dan termasuk perusahaan BUMN. Mahasiswa memperoleh penjelasan bahwa sesungguhnya warga negara Indonesia memiliki hak apabila terjadi kecelakaan lalu lintas baik saat berada di kendaraan umum seperti di kereta, ataupun saat sedang mengendarai kendaraan pribadi, yang apabila terjadi kecelakaan hingga luka-luka, cacat bahkan meninggal dunia, sesungguhnya warga negara Indonesia mempunyai hak menerima santunan sosial dari PT. Jasa Raharja, yang tercantum dalam Undang-Undang No.33 Tahun 1964 dan Undang-Undang No.34 Tahun 1964.

Exhibitor berikutnya yang dikunjungi yaitu Kementrian Perhubungan Republik Indonesia. Di sana mahasiswa dijelaskan mengenai panduan keselamatan umum dalam melakukan kegiatan transportasi. Hal pertama yang dijelaskan yaitu mengenai panduan keselamatan saat berada di angkutan umum dan panduan keselamatan berlalu-lintas untuk keluarga termasuk anak-anak.
Dari Kementrian Perhubungan, mahasiswa melanjutkan kunjungan ke exhibitor keempat, yaitu PT. Adhi Karya. PT. Adhi Karya termasuk perusahaan BUMN yang bergerak di bidang konstruksi, yang memiliki tiga anak perusahaan, yaitu PT. Adhi Persada Properti, PT. Adhi Persada Gedung dan PT. Adhi Persada Beton. Di booth PT. Adhi Karya ini mahasiswa dijelaskam mengenai proyek LRT seperti, dijelaskan mengenai berapa panjang proyek LRT tersebut, sudah berapa persenkah jalannya proyek LRT tersebut dan segala macam mengenai LRT, selain itu mahasiswa juga dijelaskan mengenai perbedaan antara LRT dan MRT. Lalu, setelah mendapatkan banyak informasi dari PT. Adhi Karya, mahasiswa melanjutkan ke booth PT. Holcim Indonesia. Di PT. Holcim Indonesia mahasiswa tidak hanya dijelaskan mengenai semen, tetapi juga banyak mendapatkan ilmu pengetahuan mengenai bahan konstruksi lainnya seperti beton. Beton-beton yang diproduksi oleh PT. Holcim Indonesia terbagi menjadi beberapa jenis beton seperti, 1.SpeedCrete, SpeedCrete ialah beton siap pakai untuk solusi perbaikan jalan dengan waktu pengerjaan hanya 7-12jam. 2.EzyfloCrete, EzyfloCrete ialah beton siap pakai yang memiliki karakteristik khusus berupa kemampuan mengalir, berkonsolidasi dan merata dengan sendirinya tanpa segresi walaupun pada struktur penulangan yang rapat atau bentuk yang sulit, sehingga mendapatkan hasil maksimal dengan pengunaan tenaga kerja dan alat yang efisien. 3.ThruCrete, ThruCrete ialah beton yang memiliki karakteristik berpori, sehingga dapat berfungsi sebagai media perantara bagi lapisan tanah dibawahnya, yang mana dapat membuat air tetap bisa diserap oleh tanah. Dan masih banyak jenis-jenis beton lainnya. Selain kelima ekshibitor diatas, mahasiswa pun tidak lupa pula mengunjungi perusahaan ternama lainnya seperti, PT. Angkasa Pura II, PT. Kereta Api Indonesia Cina dan Kementrian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat.