Jakarta (24/11)-Program Studi Business Information System bekerjasama dengan Cisco mengadakan guest lecture dengan tajuk "Digital Transformation 'Disrupt or to be Disrupted'. Bertempat di R. 1 dan 2 Universitas Bakrie, guest lecture tersebut menghadirkan tiga keynote speaker, yaitu Director Strategic Business Development Cisco Prio Utomo, Director System Engineering Cisco Arthur Siahaan dan Manager Social Innovation Cisco Adri Gautama.

Digitalisasi bisa jadi menumbuhkan bisnis atau mematikan bisnis. Inilah salah satu hal yang ditekankan oleh Prio dalam pemaparannya, Prio mengatakan perubahan digital sangat pesat, mahasiswa IT harus bisa memanfaatkan peluang dan memainkan peran yang penting dalam perubahan ke era digitalisaai ini. Yang menggerakan industri adalah start-up yang membawa satu ide baru atau terobosan baru dalam dunia industri atau berperan sebagai agent of change. Prio menambahkan Cisco memiliki peranan kuat dalam digital journey, negara seperti Indonesia akan berpotensi mengalami digital disruption yang besar karena generasi mudanya yang begitu banyak dan memiliki ide-ide brilian serta melek teknologi. Dengan menggunakan koneksi webex, guest lecture lanjut ke sesi berikutnya oleh Arthur Siahaan yang mengangkat tema Fast and Simplify techonology. Pada masa sekarang, aplikasi-aplikasi yang dibuat harus ada dalam bentuk mobile dan telah mengubah wajah bisnis, dimana dunia industry IT wajib mempertimbangkan aplikasi berbasis mobile. Beliau mencontohkan Mobile first strategy banking. Arthur juga menjelaskan karakteristik Cloud-Capex vs Opex, flexibility, private cloud, infrastructure as aservice (IAAS), Platform as a Service (PAAS), Software as A service (SAAS), Cisco adalah provider nomor satu cloud infrastructure. Software-Defined Networking (SDN) is about network automation and now is the perfect time for simplification, Arthur said Cisco’s direction data centers and cloud networking infrastructure both physical and virtual will no longest be configured will not be software defined or programmers but instead will be social innovation group. Sementara itu Program Manager Cisco Adri Gautama S.T. M.T., mengatakan Cisco melihat bahwa implementasi teknologi berkembang sangat pesat dan harus bisa mempersiapkan masyarakat bekerjasama dengan pemerintah sebagai pemangku kebijakan dan perusahaan bisnis, komunitas lokal, pembelajaran untuk meningkatkan kompetensi atau daya saing, Cisco tidak hanya melakukan penjualan produk, tapi juga mendukung berbagai pihak untuk menghadapi tantangan tekhnologi.