Arta Sasmita (Mahasiswa Prodi Manajemen Universitas Bakrie, 2013) terpilih menjadi Ketua Program MNS (Masyarakat Nabung Saham) di Kabupaten Lombok Utara. Gagasan program ini berasal dari Arta dan mendapat dukungan penuh dari Bursa Efek Indonesia (BEI). Arta merupakan satu satunya mahasiswa, dari tim yang beranggotakan para pejabat dari BEI. Program ini telah berjalan sejak Bulan Juli lalu di Lombok Tengah dan akan terus berlanjut ke seluruh wilayah di Indonesia.

Pria yang mengambil skripsi dengan konsen strategic management itu memang dikenal memiliki ketertarikan yang sangat besar di bidang investasi. Ini adalah salah satu alasan mengapa Arta memilih untuk meneruskan pendidikannya di jurusan Manajemen. Benar saja, jurusan yang dipilihnya di Universitas Bakrie ini memang telah memberikan dampak yang cukup besar pada Arta. Mengawali ketertarikannya pada dunia saham saat menduduki bangku perkuliahan semester 2, saat itu Arta tertarik untuk mencoba menabung saham di salah satu sekuritas yang ada di Indonesia. Ternyata seniornya di salah satu Unit Kegiatan Mahasiswa Universitas Bakrie telah menjadi Manajer di salah satu perusahaan sekuritas di Indonesia dan merekomendasikan Arta untuk berelasi dengan Sekuritas tersebut.

Dengan ketekunannya, Arta telah berhasil menunjukan bakatnya di bidang tersebut sehingga ia juga pernah terpilih menjadi pengelola Galeri Investasi Universitas Bakrie saat menduduki semester 6 di program studi manajemen Universitas Bakrie. Dibawah pengelolaan Arta, galeri Investasi Universitas Bakrie telah berhasil mencetak angka transaksi hingga 900 Juta rupiah dalam jangka waktu 1 bulan. Transaksi tersebut merupakan transaksi yang dilakukan oleh Mahasiswa Universitas Bakrie beserta dosen dan staff.

Arta (kanan) bersama Tim Masyarakat Nabung Saham, Lombok Tengah

“Fungsi Galeri Saham memang untuk menggiatkan mahasiswa agar mau menabung saham, saya juga bersyukur karna seluruh dosen dan mahasiswa memberikan dukungan ke saya untuk mengelola Galeri Investasi ini. Semua dipermudah, saya mau buat kelas saham pun dipermudah dan dibantu operasionalnya oleh dosen dan staff di Universitas Bakrie” ungkap Arta ketika ditemui di Universitas Bakrie.

Setelah menyelesaikan tugasnya di Galeri Investasi Universitas Bakrie, Arta diberi tantangan untuk membuat sebuah program yang bertujuan untuk melibatkan kabupaten dalam memasyarakatkan kebiasaan nabung saham di seluruh lapisan masyarakat. Berkat pengalamannya di bidang investasi, Arta berhasil menggagaskan program Kabupaten Nabung Saham yang kini dikenal dengan program Masyarakat Nabung Saham untuk dijalankan oleh Bursa Efek Indonesia. Program tersebut dipilih oleh Bursa Efek Indonesia untuk diterapkan secara Nasional di Indonesia. Kini program tersebut mulai berjalan di Lombok Tengah sebagai pilot project nya.

Sebagai Penggagasnya, kini Arta dipanggil oleh Bursa Efek Indonesia untuk memimpin program tersebut. Pria yang lahir di tanah Lombok ini mengaku sangat bersyukur karna ditempatkan dalam project yang merupakan passion yang ditekuninya sejak menduduki bangku kuliah. ”Alhamdulillah bisa mimpin project bareng-bareng sama petinggi di BEI (Bursa Efek Indonesia), udah gitu saya yang paling muda lagi hehe” ujar Arta dengan senyum bangga di wajahnya.

Arta memiliki harapan yang cukup besar pada project ini, harapannya Masyarakat kini bisa mencintai budaya investasi mulai dari mengenal pasar modal dan akan membiasakan dirinya untuk menabung di pasar modal, berpindah dari saving society ke investing society. Bukan hanya di Bank, tapi melalui pasar modal, masyarakat bisa bersama-sama meningkatkan taraf hidupnya dan meningkatkan perekonomian di Indonesia.