Pada hari kelima para peserta Sakura Science Program dijadwalkan untuk mendapatkan dua materi perkuliahan yaitu yang pertama LOHAS (Lifestyle of Healty and Sustainable) tentang sistem pengolahan air limbah yang berkelanjutan dan materi kedua adalah dari Prof Buntara tentang tensegrity. Berikut penuturan Bangun dan Herdian mengenai cerita hari kelima peserta Sakura Science Program Batch II.

Hari ke-5 kami berada di Koriyama City, kami awali hari dengan sarapan di hotel kemudian pergi menggunakan bus menuju Nihon University sekitar pukul 09.00. Sebuah kampus yang akan kami rindukan setelah pulang ke Indonesia nantinya.

Hari ini menjadi istimewa karena hari ini kami mengunjungi departemen arsitektur disana, sekitar pukul 10.00, spot pertama yang kami tuju di Nihon Architecture Department membahas tentang LOHAS (Lifestyle of Health and Sustainability), kami takjub saat dijelaskan bagaimana toilet beroperasi tanpa membuang air sedikitpun, sistem ini menggunakan prinsip recycle (pengolahan ulang) air kotor sehingga bisa digunakan kembali. Kamipun melihat air toiletnya cukup bersih dan tidak berbau, sehingga layak digunakan kembali.

Selanjutnya kami melihat flower bed, prinsipnya sama yaitu pengolahan kembali air kotor sehingga menjadi bersih dengan menggunakan tanaman dan beling-beling limbah pabrik sebagai alat penyaringnya.

Pada saat jeda makan siang kami makan di kantin kampus seperti biasa, selanjutnya kami masuk ke kelas untuk menerima materi mengenai tensegrity structure, prinsip struktur yang masih jarang digunakan menggunakan kami juga mendapatkan workshop dan membuat sistem tensegrity structure di kelas.

Materi kedua adalah dari Prof Buntara tentang tensegrity yaitu bagaimana membuat suatu struktur yang semua tekan harus satu dan tarik harus satu dengan material yang ringan dengan gaya luar sebesar 0. Biasanya struktur ini digunakan untuk bangunan luar angkasa, tetapi di bumi, struktur ini sangat cocok untuk membuat sebuah monumen, tidak untuk bangunan, jembatan, dll.

Untuk membuat struktur menemukan bentuk tensegrity ini tidaklah mudah, perlu perhitungan yang sangat kompleks. Bangunan tensegrity akan seimbang, tidak perlu pondasi, dia akan tetap berdiri tegak dan tetap sesuai bentuknya.

Pertama kali saya dijelaskan tentang materi ini, saya tidak pernah menyangka kalau dari limbah manusia dapat diolah kembali menjadi air (tidak untuk diminum atau mandi) karena ini adalah sesuatu hal yang menurut saya tidak mungkin dan kami semua dibawa ke workshop nya disana saya benar-benar dibuat kagum akan sistem yang dibuat. Tidak ada air yang terbuang malah air limbah akan digunakan kembali dan proses pembersihan nya tidak menggunakan bahan kimia hanya menggunakan tumbuhan saja. Setelah itu kami diajak makan siang dan setelah makan siang kami menuju kelas yang ditunggu-tunggu yaitu kelas tensegrity dengan pak buntara. Di kelas ini pak bun menjelaskan apa itu tensegrity, contohnya apa, cara menghitungnya gimana dan kami membuat bentuk tensegrity .. Its really fun!! Tidak pernah membayangkan sebuah struktur dapat dibuat tanpa adanya pondasi . We really experience the real new things!