JA Medicare - шаблон joomla Создание сайтов

Tiga mahasiswa Indonesia dimana dua diantaranya merupakan alumni Universitas Bakrie, berkesempatan untuk bertatap muka dan berbincang dengan Pangeran Joachim dari Denmark. Sebagai anggota Youth Goodwill Ambassador of Denmark, sebuah organisasi pelajar internasional di Denmark, mereka berdiskusi mengenai budaya dan kehidupan social masyarakat Denmark

serta mereka berkesempatan untuk mengenal kehidupan pribadi keluarga kerajaan Denmark.

Sabtu dan Minggu, 25-26 April 2015, merupakan hari yang istimewa bagi tiga mahasiswa Indonesia yang sedang menempuh pendidikan S2 di Aarhus University. Dalam kesempatan tersebut, Youth Goodwill Ambassadors of Denmark dari berbagai negara mendapat kesempatan untuk mengikuti serangkaian acara konferensi YGA yang di selenggrakan di kompleks Istana Frederiksberg di Copengagen. Diantara puluhan anggota YGA, terdapat tiga mahasiswa asal Indonesia tersebut.

Alfan, Amanda dan Yudha, begitu mereka biasa disapa, mengikuti sesi workshop, seminar dan sesi wawancara khusus dengan Pangeran Joachim. Dalam diskusi tersebut, mereka membahas tentang kebudayaan, kehidupan social dan politik, serta sisi lain dari sosok Pangeran Denmark.

”Merupakan sebuah kehormatan bagi kami untuk bisa bertatap muka dengan Pangeran Joachim. Seperti kami, beliau juga pernah menjadi pelajar internasional. Pangeran Joachim menceritakan pengalaman ketika beliau menempuh pendidikan di Australia dimana ia bahkan sempat menjalani peran sebagai petani. Kesempatan untuk bertatap muka dan berbincang dengan beliau bagi kami merefleksikan bagaimana Denmark merupakan contoh negara dengan kesenjangan hirarki yang rendah dimana kami seorang anggota kerajaan dapat beramah tamah dengan pelajar internasional dalam suasana informal selama kurang lebih 2 jam.” Ujar Alfan, salah satu dari ketiga mahasiswa asal Indonesia.

Youth Goodwill Ambassador of Denmark sendiri merupakan sebuah organisasi yang terdiri dari sekitar 500 pelajar internasional di Denmark. Tujuan YGA sendiri adalah sebagai wadah bagi pelajar untuk mengembangkan jaringan sosial mereka sekaligus memberi kesempatan kepada anggotanyamengikuti berbagai program pengembangan diri sebagai talent intersional di Denmark. Untuk menjadi anggota Youth Goodwill Ambassadors of Denmark sendiri, ketiga mahasiswa Indonesia ini mengaku kalau mereka mengikuti seleksi yang cukup ketat.

”Menurut saya Youth Goodwill Ambassadors of Denmark, memberi kesempatan bagi talent internasioal dari berbagai belahan dunia untuk dapat saling berkenalan dan menjalin hubungan. Saat ini, mobilitas antar talent internasional menjadi salah satu pendorong utama terjadinya pertukaran budaya dan inovasi. Selain itu, YGA juga berperan sebagai jembatan penghubung antara Denmark dengan berbagai negara tempat anggotanya berasal.” Begitu komentar H.R.H Pangeran Joachim ketika diminta pandangannya mengenai YGA

Menghubungkan antar Negara dalam level antar individu

Dalam konferensi nasioanal Musim Semi YGA tersebut, diskusi dengan Pangeran Joachim membahas bagaimana kerjasama antara Denmark dan berbagai negara yang diwakili anggota YGA dapat terjalin.

”dalam kondisi global di saat ini, tenaga kerja yang memimiliki kualifikasi tinggi sangatlah penting dalam kancah persaingan internasional. Dengan bekerja sama dengan palajar internasional, kami menghubungkan Denmark dengan negara asal masing-masing anggota dalam skala individu. Dengan begitu kami mengharapkan banyak kesempatan bisnis bilateral yang dapat terjalin antara Denmark dan negara-negara asal pelajar.” Ucap Nikolaj Lubanski, CEO dari Copenhagen Capacity, organisasi yang mewadahi Program Youth Goodwill Ambassadors of Denmark.

Youth Goodwill Ambassadors

 

 

Youth Goodwill Ambassadors didirikan oleh Copenghagen Capacity bekerja sama dengan Wonderful Copenhagen, Copenhagen Goodwill Ambassadors dan Department Internationalisasi dan Universitas Denmark. Institusi pendidikan yang bekerja sama antara lain Copenghage University, Aalborg University, Aarhus University, Copenhagen Business School dan Denmark Technical University.

 

 

Tulisan ini dibuat oleh Ni Nyoman Sri Amandari, S.E. (alumni Universitas Bakrie yang kini melanjutkan studinya di Aarhus Universitet -Msc Program (Finance)

Email    : Alamat email ini dilindungi dari robot spam. Anda memerlukan Javascript yang aktif untuk melihatnya.