JA Medicare - шаблон joomla Создание сайтов

Jakarta, 8 Juni 2015 – ASEAN Economic Community atau Masyarakat Ekonomi ASEAN (MEA) telah di depan mata. Kemampuan dan kompetensi setiap individu dari berbagai profesi harus ditingkatkan. Begitupun dengan profesi Public Relations atau hubungan masyarakat (Humas), yang membutuhkan kompetensi untuk bersaing dan kemampuan beradaptasi.

 

Melihat tantangan dan peluang Humas menghadapi MEA tersebut, program studi Ilmu Komunikasi Universitas Bakrie dan ProClub UB bekerja sama dengan PERHUMAS menggelar Talkshow Public Relations Competency. Kegiatan ini merupakan kerja sama dari pihak lembaga pendidikan tinggi, organisasi profesi Humas, dan praktisi kehumasan untuk berbagi pengetahuan dan pengalaman bagi lulusan Humas yang akan berkompetisi di dunia kerja profesional.

 “Untuk bisa menghadapi perubahan, tantangan, dan persaingan dunia profesional di pasar bebas ASEAN, seorang Humas harus menguatkan kompetensinya. Kompetensi kerja yang dimaksud adalah kemampuan kerja setiap individu yang mencakup aspek pengetahuan, keterampilan dan/atau keahlian serta sikap kerja yang sesuai dengan standar yang ditetapkan,” ungkap Muslim Basya, Ketua Lembaga Sertifikasi Profesional PR Indonesia.

Kompetensi dasar yang harus dimiliki oleh lulusan Humas antara lain etika Humas, standar kompetensi Humas, dan isu-isu lintas budaya. Pemahaman tentang isu lintas budaya tersebut penting untuk diketahui oleh Humas berkaitan dengan pola komunikasi, proses komunikasi, dan pemanfaatan media komunikasi.

Selain itu, praktisi Humas juga ditantang untuk membantu menarik investasi, merangsang penjualan dan meningkatkan pertumbuhan ekonomi dalam negeri. Praktisi Humas juga harus, memahami persoalan-persoalan ekonomi dan bisnis yang dikaitkan dengan kebijakan politik, pembangunan sosial dan kehidupan budaya di negara-negara ASEAN.

Dari kegiatan ini, diharapkan ada pertukaran pengetahuan dari praktisi Humas sehingga mahasiswa yang merupakan peserta dan calon lulusan Humas mendapatkan gambaran yang jelas mengenai dunia kerja di pasar bebas. Dengan demikian, mereka memiliki kesiapan mental dan kemampuan untuk bisa bersaing dengan tenaga kerja dari negara-negara di Asia Tenggara.

Talkshow yang diadakan di Ruang 1 dan 2 Universitas Bakrie ini juga dihadiri oleh Ita Kusumawati Kiswanto, Associate Co-founder of the Subsidiary CMNP Group, dan Sutji Lantyka, Associate Director of Communication McDonald’s Indonesia, serta dibantu penyelenggaraannya oleh ProClub Universitas Bakrie yakni klub peminatan Corporate Communication program studi Ilmu Komunikasi. 

 

 

 

Tentang PERHUMAS

 

Berdirinya PERHUMAS berawal ketika salah satu seorang praktisi Humas, Marah Joenoes, menghadiri “World Public Relations Congress” ke-6 yang diselenggarakan di Jenewa. Almarhum Marah Joenoes sangat bersemangat untuk mewujudkan cita-citanya dan terlibat aktif dalam berbagai diskusi persiapan pendirian sebuah forum profesi kehumasan. Pertemuan pertama diadakan di gedung Wisma Internasional Pertamina (kini Gedung Persatuan Purnawirawan Angkatan Bersenjata RI – PEPABRI) di Jalan Diponegoro No. 53, Jakarta, yang dihadiri oleh para praktisi kehumasan dari berbagai instansi pemerintah baik sipil maupun militer, Badan Usaha Milik Negara, swasta maupun konsultan.

 

Perhumas memiliki visi dan misi untuk mengembangkan kompetensi para profesional Humas (Public Relations) di Indonesia untuk mendukung pengembangan citra positif dan reputasi Institusi dan bangsa Indonesia. Informasi seputar PERHUMAS, kunjungi: www.perhumas.or.id

 

 

 

Tentang ProClub Universitas Bakrie

 

ProClub adalah sebuah klub peminatan Corporate Communication yang dibentuk dengan tujuan mengakomodasi mahasiswa dengan konsentrasi Corporate Communication dalam berbagai aktivitas terkait ranah komunikasi, khususnya Public Relations. Klub peminatan ini akan memberikan akses informasi lebih dekat, jaringan, dan wawasan secara lebih nyata serta memberikan kesempatan kepada mahasiswa untuk lebih nyata merasakan dunia komunikasi, khususnya Public Relations. ProClub UB didirikan pertama kali pada tahun 2013, dan sekarang diketuai oleh Diana Thasya Sandya Nurul di bawah bimbingan Mirana Hanathasia, S.Sos, MMediaPrac, CSRA. Informasi seputar ProClub Universitas Bakrie, kunjungi: proclub-ub.com

 

 

 

Tentang Program Studi Ilmu Komunikasi Universitas Bakrie

 

Program studi (prodi) S1 Ilmu Komunikasi merupakan salah satu prodi di lingkungan Fakultas Ekonomi dan Ilmu Sosial Universitas Bakrie (FEIS UB). Program studi Ilmu Komunikasi memiliki akreditasi A sesuai dengan surat keputusan bernomor 061/SK/BAN-PT/Akred/S/II/2015. Didirikan berdasarkan SK Menteri Pendidikan Nasional RI Nomor 102/D/O/2009 tertanggal 16 Juli 2009 dan SK Ralat Nomor 181/D/O/2009 tertanggal 29 Oktober 2009. Prodi S1 Ilmu Komunikasi UB mulai beroperasi dan menerima mahasiswa baru pada 9 Agustus 2010 dengan 3 (tiga) peminatan, yakni Komunikasi Korporat (Corporate Communication), Komunikasi Media Massa (Mass Media Communication), dan Komunikasi Pemasaran (Marketing Communication).

 

Dalam proses pembelajaran, Prodi Ilmu Komunikasi UB menggunakan metode experiential learning atau pembelajaran melalui pengalaman, yakni proses belajar yang melibatkan unsur pengalaman terhadap materi kuliah yang diajarkan. Dengan demikian, mahasiswa tidak hanya memahami konsep dan teori tetapi juga mampu menganalisis dan merasakan langsung kasus-kasus yang relevan. Informasi seputar program studi Ilmu Komunikasi, kunjungi: kom.bakrie.ac.id