Jakarta (5/12)-Badan Pengawas Obat-obatan dan Makanan (BPOM) kembali mengunjungi Universitas Bakrie, khususnya prodi Ilmu dan Teknologi Pangan. Setelah kunjungan terakhir mereka pada beberapa bulan sebelumnya yang bertujuan untuk melakukan penelitian akan pemahaman konsumen terhadap  label pada produk pangan olahan, kini BPOM kembali untuk menyampaikan hasil kajian atau penelitian mereka tersebut.

Acara dimulai pada pukul 09.00 dan terdiri dari dua sesi, yaitu presentasi mengenai hasil kajian implementasi regulasi label pada pangan olahan dan presentasi tentang pemahaman konsumen terhadap label pangan olahan. Latar belakang dari penelitian tersebut adalah karena banyak dari konsumen yang tidak paham akan label pada produk pangan olahan, sedangkan label pada produk pangan olahan merupakan aspek yang sangat penting bagi  konsumen, yang butuh perhatian penuh akan setiap kontennya, terutama mengenai kehalalan, thoyib, nilai gizi, dan lain-lainnya. Tujuan dari penelitian yang dilakukan oleh BPOM ini adalah antara lain untuk mengetahui informasi yang dibutuhkan oleh konsumen pada label pangan olahan, mengetahui pengaruh label terhadap prilaku konsumen dalam pemilihan produk pangan olahan, sehingga apabila tujuan tersebut terpenuhi konsumen dapat membaca dan memerhatikan label, yang pada akhirnya akan menciptakan perdagangan produk pangan yang jujur. Metode penelitian ini dilakukan secara kualitatif melalui FGD (Focus Group Discussion) dan secara kuantitatif melalui penyebaran kuisioner. Berdasarkan hasil penelitian tersebut diperoleh kesimpulan bahwa terdapat 5 jenis pangan olahan yang paling sering dibeli oleh masyarakat, yaitu garam; minyak goreng; air minum dalam kemasan (AMDK); gula pasir; mie/bihun/bubur instan. Sehingga, perlu adanya perhatian penuh dari pemerintah dalam mengawasi implementasi regulasi label pangan pada kemasan produk pangan ini. Dari penelitian, 67% responden tidak memiliki pemahaman yang baik pada label pangan olahan secara umum, sehingga diperolehlah saran dimana perlu adanya peningkatan edukasi membaca label, perlu adanya pengkajian lebih lanjut mengenai aspek informais pada label yang belum dipahami oleh konsumen. Memahami label pada produk pangan olahan sangatlah penting, karena kita sebagai konsumen tidak cukup hanya memperhatikan nama dan jenis produk. Mengetahui, mengerti, dan memahami isi dan kandungan dari apa yang akan kita beli sangatlah penting karena akan berpengaruh pada kesehatan dan gaya hidup kita nantinya. Sebagai konsumen, kita harus melakukan Cek KIK. Kemasan dalam kondisi yang baik, memiliki Izin edar, dan memperhatikan Kadaluwarsa. Cek KIK ini juga berperan dalam membantu kita untuk memilih produk pangan olahan mana yang baik dan layak untuk kita konsumsi. Karena, label pangan olahan adalah suatu bentuk perlindungan terhadap konsumen. Dan sebagai konsumen yang cerdas, kita perlu memperluas pemahaman dan perhatian kita terhadap label pangan olahan.

 

Artikel ini ditulis oleh Kezia Nadira Kusumantara mahasiswa Program Studi Ilmu dan Teknologi Pangan, 2014.