Sebagai perwujudan dari pelaksanaan Tridharma Perguruan Tinggi yang harus dilakukan oleh seorang staf akademik (dosen) yaitu berupa kegiatan Pengabdian kepada Masyarakat (PkM). Salah satu bentuk kegiatan tersebut adalah kegiatan penggunaan kepakaran yang dimiliki oleh dosen sesuai dengan latar belakang pendidikan yang dimiliki.

Pada tanggal 18-19 Juni 2013, Ketua Program Studi Ilmu dan Teknologi Pangan, Universitas Bakrie (Bapak Ardiansyah), memberikan Pelatihan dengan tema “Pengolahan Hasil Komoditi Pala” di kota Fakfak, Papua Barat. Pak Ardiansyah diminta sebagai narasumber pada acara pelatihan tersebut yang diselenggarakan oleh Balai Besar Pendidikan dan Pelatihan Ekspor Indonesia (BBPPEI), Kemendag RI bekerjasama dengan Dinas Perindustrian dan Perdagangan Provinsi Papua Barat. Pelatihan yang diikuti oleh sekitar 30 orang pengusaha-pengusaha UKM di wilayah Kab Fakfak berlangsung menarik. Pemaparan materi pelatihan yang didahului dengan pengenalan komiditi yaitu terdiri dari karakteristik komoditi pala, manfaat buah pala, dan kendala-kendala dalam penanganan produk pala. Materi berikutnya adalah tentang pengolahan komoditi pala, dan pada bagian akhir dikenalkan dengan keamanan pangan terkait dengan pengolahan dan penanganan buah pala.

Gambar 1. Suasana saat penyampaian materi pelatihan

Buah Pala Fakfak merupakan buah asli yang tumbuh di wilayah kabupaten Fakfak (dengan nama ilmiah Myristica argentha) dan karakteristiknya berbeda dengan daerah lain seperti dari Banda (Myristica fragrance). Pala Fakfak sudah dikenal sejak zaman Belanda diekspor ke luar negeri terutama negara Eropa. Salah satu daerah penghasil pala terbesar adalah Kabupaten Fakfak di Papua Barat.  Sejauh ini ,biji dan fuli pala papua diekspor dalam bentuk utuh sedangkan daging  buahnya diolah menjadi sari pala dan selai pala. Hal ini sangat disayangkan karena  biji dan fuli pala papua dapat dimanfaatkan lebih lanjut menjadi produk lain yang dapat meningkatkan nilai tambahnya. Daging buah pala papua memiliki beberapa keunggulan dibandingkan Pala Banda karena memiliki bentuk lebih besar dan daging buah yang lebih tebal. Oleh karena itu, daging buah pala papua memiliki potensi untuk dikembangkan menjadi berbagai macam produk olahan lainnya seperti jeli, sirup, dan fruit leather.