(function(i,s,o,g,r,a,m){i['GoogleAnalyticsObject']=r;i[r]=i[r]||function(){ (i[r].q=i[r].q||[]).push(arguments)},i[r].l=1*new Date();a=s.createElement(o), m=s.getElementsByTagName(o)[0];a.async=1;a.src=g;m.parentNode.insertBefore(a,m) })(window,document,'script','https://www.google-analytics.com/analytics.js','ga'); ga('create', 'UA-33635146-1', 'auto'); ga('send', 'pageview');

Sidebar

Jumat, 21 Juni 2011 adalah momen yang berkesan bagi mahasiswa Ilkom UB peminatan marketing communication (marcom), yakni field visit study, berkunjung ke Dentsu Strat, agensi periklanan worldwide yang merupakan kegiatan rutin setiap semester sebagai implementasi experiential learning dalam dunia nyata kerja.

Kuliah sambil bekerja agar segera mapan, sudah biasa. Bekerja sambil kuliah, padahal sudah mapan, agaknya kurang biasa. Hampir segala kebutuhan sudah terpenuhi, mungkin hanya tinggal berumah tangga. Namun, menurut pria yang satu ini, pendidikan tidak akan ada cukupnya.

Tampan, pintar, jago bermain alat musik dan fasih berbahasa Inggris, siapa yang tak suka? Ya, semua hal itu dimiliki oleh Iman, mahasiswa Marketing Communication angkatan 2013. Mulai dari teman, senior, junior, bahkan dosen pun tertarik oleh pemuda berwajah oriental ini.

Bicara tentang mahasiswa, dapat diartikan bicara tentang jiwa muda yang akademis, kritis, kreatif, objektif dan semangat tinggi. Namun sayangnya, tidak semua mahasiswa memilikinya. Apabila kita menengok sejenak tentang kepedulian mahasiswa tempo dulu, sungguh amatlah besar perjuangan dan perannya terhadap negeri ini. Jika dibandingkan dengan mahasiswa zaman sekarang yang mulai tak acuh terhadap bangsanya sendiri.

"Big Leap To The Real Experience!"