(function(i,s,o,g,r,a,m){i['GoogleAnalyticsObject']=r;i[r]=i[r]||function(){ (i[r].q=i[r].q||[]).push(arguments)},i[r].l=1*new Date();a=s.createElement(o), m=s.getElementsByTagName(o)[0];a.async=1;a.src=g;m.parentNode.insertBefore(a,m) })(window,document,'script','https://www.google-analytics.com/analytics.js','ga'); ga('create', 'UA-33635146-1', 'auto'); ga('send', 'pageview');

Sidebar

Beberapa hari terakhir ini, kita dihebohkan oleh kabar ditariknya sejumlah jenis buah apel asal Amerika Serikat yang terkontaminasi oleh bakteri Listeria monocytogenes. Seberapa bahaya bakteri tersebut untuk manusia? Berikut ini merupakan penjelasan singkat mengenai karakteristik bakteri Listeria monocytogenes. 

Karakteristik bakteri Listeria monocytogenes Listeria monocytogenes adalah bakteri gram positif yang bersifat patogen (menyebabkan penyakit) pada hewan maupun manusia, tidak membentuk spora, dan hidup pada kondisi anaerob fakultatif (bisa hidup dengan atau tanpa oksigen). Bakteri ini bersifat psikrotropik mampu bertahan berbulan-bulan pada lingkungan basah, serta dapat berkompetisi dengan organisme lain khususnya pada suhu kulkas. Selain itu, bakteri ini lebih tahan panas dibandingkan bakteri patogen vegetatif. Bakteri Listeria monocytogenes dapat tumbuh optimal pada kondisi lingkungan antara suhu -2 hingga 50 oC, pH (derajat keasaman) 4,1-9,6 , kadar garam kurang dari 10%, kandungan oksigen 5-10%, dan aw (aktivitas air) 0,90-0,93.   Dimana Listeria monocytogenes banyak ditemukan? Listeria monocytogenes tersebar luas dan dapat ditemukan di air, pakan ternak, limbah rumah pemotongan hewan, susu dari sapi normal atau mastitis, dan feses manusia atau hewan. Pada bahan pangan, bakteri ini dapat mengkontaminasi sayuran mentah, buah, salad, susu murni, soft cheese, daging dan produk daging, unggas, sauerkraut (kubis fermentasi), dan seafood. Selain itu, makanan siap saji juga dapat menyebabkan adanya keracunan makanan akibat bakteri ini. Kasus keracunan pangan yang ditimbulkan oleh bakteri Listeria monocytogenes sudah lama terjadi di berbagai negara. Gejala penyakit yang timbul disebut sebagai Listeriosis. Tabel di bawah ini menunjukkan beberapa kasus listeriosis yang dilaporkan.    

Sumber: Modern Food Microbiology 7th Edition (2006)   Apa bahaya yang timbul pada manusia? Pada manusia, Listeria monocytogenes dapat menyebabkan aborsi pada wanita hamil dan meningitis (radang selaput otak) pada bayi yang baru lahir serta immuno-compromised pada orang dewasa. Bakteri ini mampu menyerang plasenta dan janin yang menyebabkan sindrom unik, yaitu granulomatosis infantisepticum. Adanya sindrom tersebut dapat berakibat fatal dalam 35%-55% kasus bayi yang baru lahir.

Pendaftaran Mahasiswa Baru Universitas Bakrie Dibuka Kembali Pada Tanggal 28 Juni 2017.
Selama Libur Hari Raya (23-27 Juni 2017) Bisa Menghubungi Hotline (Whatsapp) di 0856 777 9945 atau LINE : @universitasbakrie