JA Biz - шаблон joomla Видео

Mimpi itu Ada, Mimpi itu Nyata

Mimpi yang akan saya tuliskan semua berawal dari ketidaksengajaan. Di saat saya masih menjadi anak yang labil, saya belum mendapatkan semangat yang kuat untuk kuliah di Universitas Bakrie. Saya masih terlalu memikirkan mengenai pandangan orang tentang perguruan tinggi negri atau swasta. Saya sempat berpikir untuk mengikuti ujian SBMPTN tahun depan. Hingga suatu saat, datang pengumuman berupa poster yang memberitahu bahwa akan ada seleksi program semacam beasiswa yang akan membawa kita menuju negri yang indah, yaitu Jepang (Sakura Exchange Program in Science).


Pertama kali saya melihat pengumuman tersebut, saya sangat tertarik dan antusias. Namun di lain sisi, saya juga memiliki rasa tidak percaya diri terhadap diri saya, apakah saya mampu lolos seleksi dalam program ini. Teman-teman terdekat saya selalu memberi motivasi dan meyakinkan saya bahwa saya memenuhi prasyarat untuk mengikuti program ini. Akhirnya, saya memutuskan untuk mengikuti seleksi program ini. Saya berusaha melakukan yang terbaik selama proses membuat essay, cover letter, dan berbagai prasyarat lainnya untuk program ini. Yang ada di pikiran saya saat itu adalah saya tidak peduli tentang bagaimana peluang lolos dalam program ini, yang saya lakukan saat itu hanyalah melakukan yang terbaik, perkara hasil saya serahkan kepada Allah. Sebab saya percaya, Allah tahu mana yang terbaik untuk hamba-Nya.
Tanggal 30 April 2015, hasil seleksi Sakura Exchange Program in Science diumumkan. Hasilnya benar-benar sangat tidak diduga, saya menjadi salah satu dari sepuluh mahasiswa yang lolos dalam program ini. Air mata haru pada saat pengumuman itu keluar tanpa kontrol, saya benar-benar tidak percaya dengan apa yang saya dapatkan. Ssekelebat pikiran saya langsung membayangkan, saya? Ke Jepang? Memang terdengar agak berlebihan, namun inilah yang benar-benar saya rasakan setelah mendengar pengumuman ini. Pada saat itu saya sangat bersyukur kepada Allah, Allah tahu yang terbaik untuk hamba-Nya, saya menjadi sangat yakin bahwa di kampus inilah saya bisa memulai untuk mengukir sejarah kesuksesan saya.
Detik-detik perjalanan menuju Jepang semakin dekat. Kami mulai mempersiapkan ‘amunisi’ untuk 8 hari kami di sana. Kami akan berangkat pada bulan November, tepat pada musim gugur yang suhunya akan cukup dingin hingga dapat mencapai 4 derajat, sehingga perlengkapan musim dingin perlu disiapkan sebelum perjalanan ke Jepang. Selain perlengkapan musim dingin, yang harus disiapkan sebelum keberangkatan adalah paspor, visa dan data lainnya sebagai syarat ke luar negri.
Sebelum keberangkatan, tepat pada 4 November 2015 rektor Universitas Bakrie melepas secara resmi sepuluh orang mahasiswa prodi Ilmu dan Teknologi Pangan bersama Bapak Ardiansyah selaku dosen pembimbing yang akan mendampingi kami selama di Jepang dan juga selaku kepala program studi Ilmu dan Teknologi Pangan Universitas Bakrie, selain itu ada juga beberapa dosen ITP yang turut serta dalam acara pelepasan ini.

 

 


Acara pelepasan mahasiswa ITP ke Jepang oleh Rektor Universitas Bakrie

 


 
Foto bersama acara pelepasan oleh Rektor Universitas Bakrie

 


Tepat pada 8 November 2015, saya bersama yang lainnya akan memulai perjalanan menuju negri sakura, Jepang. Di sinilah awal perjalanan kami. Mimpi yang tidak pernah berani saya pikirkan sebelumnya, namun ini semua akan menjadi nyata dalam hitungan jam.
Pukul tiga dini hari kami berangkat dari kampus menuju bandara Soekarno Hatta. Pada pukul 06.30 WIB pesawat All Nippon Airways (ANA) mengantarkan kami menuju Negara Jepang dalam waktu sekitar tujuh jam. Kami tiba di Tokyo pada sore hari, dilanjutkan dengan penerbangan berikutnya menuju Sendai melalui penerbangan domestik. Hati masih tidak percaya, saya telah menginjakkan kaki di negri sakura ini. Namun ini benar-benar sudah nyata, saya sudah sampai di Jepang. Udara yang cukup dingin sudah mulai terasa di tubuh, ditambah dengan hujan rintik-rintik yang membuat udara semakin terasa dingin. Hujan kala itu bagaikan hujan yang menyambut kedatangan kami di Jepang. Rasa gembira dan riang masih terus mengiringi hati dan perasaan ini.

Dari bandara Narita, perjalananan dilanjutkan dengan penerbangan domestik menuju Sendai. Setelah satu jam,  saya dan rombongan tiba di Sendai dan dijemput langsung oleh Associate Profesor Hitoshi Shirakawa dan perwakilan EO dari JST menuju Hotel Green City tempat saya dan rombongan akan menginap selama di Sendai.. Hari sudah malam, perjalanan menuju hotel sudah gelap, meskipun lelah, namun rasa ketertarikan terhadap Jepang membuat saya tetap terjaga di dalam bus sambil melihat-lihat suasana kota Sendai yang begitu sepi dan rapi. Tiba di hotel pada malam hari. Setelah pembagian kamar hotel, kami semua segera beristirahat dan menutup hari pertama dengan tenang setelah melakukan perjalanan yang cukup melelahkan.

 

 

Foto bersama mahasiswa ITP dan Kaprodi ITP

Bandara Soekarna Hatta (Jakarta-Indonesia)

 

 

 

 

 

 

 

Bandara Narita (Tokyo-Jepang)