Sejumlah mahasiswa dan mahasiswi Program Studi Ilmu dan Teknologi Pangan (Prodi ITP) Universitas Bakrie, melalui organisasi Himpunan Mahasiswa Ilmu dan Teknologi Pangan (HMITP), menggelar kegiatan penyuluhan keamanan pangan di hadapan pelajar SMAN 1 Jakarta pada pertengahan Februari lalu. Kegiatan ini mengambil tema "Food Safety: Menuju Pangan Aman, Bermutu, dan Bergizi." Berikut ini pemaparan Enie Citra Dewi, Ketua HMITP, mengenai kegiatan penyuluhan tersebut.

Jam 10 pagi pada 18 Februari 2015, tim penyuluh HMITP sudah tiba di gerbang SMAN 1 Jakarta. Tim langsung bergegas menuju aula sekolah, karena hanya ada waktu satu jam lebih untuk mempersiapkan segala hal yang berkaitan dengan kegiatan hari ini. Satu per satu pelajar datang dan mulai memenuhi kursi di aula sekolah. Kegiatan pun dimulai oleh pembawa acara dan secara resmi dibuka oleh perwakilan dari Prodi ITP Universitas Bakrie, yaitu Bapak Kurnia Ramadhan, serta pihak sekolah adalah Ibu Sarwina yang turut serta dari awal hingga akhir acara.

Tiara menyampaikan materi di hadapan para siswa Acara dilanjutkan dengan penyampaian materi bertema Keamanan Pangan oleh Tiara Indra Saraswati, yang merupakan ketua panitia kegiatan ini, dan dibantu oleh Nova Arandika. Materi diawali dengan pengenalan terhadap jenis-jenis bahaya yang mengancam makanan kita, yaitu (1) bahaya fisik, (2) bahaya kimia, dan (3) bahaya mikrobiologi. Tiara dan Nova juga berbagi pengetahuan seputar bagaimana memilih jajanan yang aman dan sehat, menjaga kebersihan lingkungan, serta pengenalan singkat tentang bahan tambahan pangan. Aktivitas tanya jawab ikut memeriahkan kegiatan ini. Tidak ketinggalan kuis dengan hadiah yang menarik turut mendongkrak animo peserta yang hadir.

 Suasana saat penyampaian materi keamanan pangan Selain penyampaian materi, tim penyuluh HMITP juga melakukan peragaan untuk mengenal contoh produk pangan yang beresiko kurang aman atau kurang baik mutunya. Contoh yang diperagakan adalah produk saus sambal yang sangat banyak dijumpai pada pangan jajanan dan harganya sangat murah. Sebagian peserta diminta untuk mengamati contoh produk dari dekat dan memberikan komentar. Beberapa perbedaan dapat diketahui dengan mudah, namun hal tersebut selama ini kurang mendapat perhatian oleh para pelajar.

Bapak Kurnia meminta peserta untuk membaca komposisi pada kemasan saus sambal
Sebagai pelengkap materi, Bapak Kurnia Ramadhan juga menambahkan penjelasan mengenai produk pangan yang beresiko menggunakan bahan tambahan makanan sintetis (buatan) dengan kadar melebihi batas aman. Dari contoh saus sambal yang diperagakan juga mengandung pewarna dan pemanis buatan yang harus diperhatikan kadarnya.

Foto bersama dengan peserta

Di akhir acara, yang tidak ketinggalan adalah foto bersama tim penyuluh HMITP bersama perwakilan peserta. Semoga kegiatan ini bermanfaat bagi semua peserta yang hadir.