Sakura Science Program Teknik Sipil Universitas Bakrie (19-26 Februari 2017) - Peserta Sakura Science Program Visiting FREA Fukushima Renewable Energy AIST

 

 

Sesuai dengan tema dari Sakura Science Program acara berikutnya pada sore hari kemarin peserta berangkat dari Nihon University ke FREA (Fukushima Renewable Energy AIST) yaitu pusat research mengenai renewable energy yang terletak di Fukushima. Perjalanan menggunakan bis kampus ke FREA memakan waktu sekitar 40 menit ke arah luar Koriyama mendekati daerah gunung Adatara yang masih bersalju. Sebelum mengunjungi FREA peserta mengunjungi shrine di dekat FREA yang dibangun sekitar tahun 1880 an. Setibanya di FREA kami disambut oleh Senior Researcher FREA Watanabe dan Collaboration Officer Mizuno. Acara pertama adalah perkenalan dari peserta Sakura program yang dilanjutkan dengan pemutaran FREA dan kunjungan lapangan.

Peserta bersama Mr Watanabe-Fukushima Collaboration Officer

FREA institut merupakan institut yang sangat didukung oleh Pemerintah Jepang, dalam waktu singkat sekitar 2.5 tahun FREA terbentuk untuk mewujudkan visi Japan untuk menjadi negara yang sepenuhnya menggunakan renewable energy di tahun 2040. FREA menjadi institusi yang menjembatani antara universitas dan private enterprises untuk menghasilkan produk komersial. Fasilitas yang ada di FREA adalah penelitian mengenai hydrogen energy, wind power, photovoltaic power, geothermal energy, shallow geothermal dan hydrogeology team. Peserta berkunjung ke lab tempat pembuatan photovoltaic bagaimana proses pemotongan bongkahan batu menjadi kepingan yang sangat tipis. Bagaimana proses shallow geothermal power untuk mensupply kebutuhan energi perumahan selama musin panas dan musim dingin. Pengalaman ini sangat bermanfaat untuk diterapkan di Indonesia karena Indonesia memiliki geothermal energy dan angin. Para peserta sakura juga secara antusias bertanya dan mengikuti diskusi secara aktif.

Mengunjungi shrine didekat FREA

 

Photovoltaic power

 

Berita Lainya