(function(i,s,o,g,r,a,m){i['GoogleAnalyticsObject']=r;i[r]=i[r]||function(){ (i[r].q=i[r].q||[]).push(arguments)},i[r].l=1*new Date();a=s.createElement(o), m=s.getElementsByTagName(o)[0];a.async=1;a.src=g;m.parentNode.insertBefore(a,m) })(window,document,'script','https://www.google-analytics.com/analytics.js','ga'); ga('create', 'UA-33635146-1', 'auto'); ga('send', 'pageview');

Sidebar

Program studi (prodi) S1 Ilmu Komunikasi merupakan salah satu prodi di lingkungan Fakultas Ekonomi dan Ilmu Sosial Universitas Bakrie (FEIS UB). Didirikan berdasarkan SK Menteri Pendidikan Nasional RI Nomor 102/D/O/2009 tertanggal 16 Juli 2009 dan SK Ralat Nomor 181/D/O/2009 tertanggal 29 Oktober 2009. Prodi S1 Ilmu Komunikasi UB mulai beroperasi dan menerima mahasiswa baru pada 9 Agustus 2010 dengan 3 (tiga) peminatan, yakni:

  • Komunikasi Korporat (Corporate Communication)
  • Komunikasi Media Massa (Mass Media Communication)
  • Komunikasi Pemasaran (Marketing Communication)

 

Program Studi Ilmu Komunikasi selaras dengan pesatnya perkembangan teknologi dan menguatnya independensi individu dan masyarakat melalui pengembangan ilmu komunikasi yang inovatif. Atmosfir pendidikan dan kajian keilmuan dirancang secara khusus agar mahasiswa dan civitas akademika selalu antisipatif terhadap perkembangan terbaru, sekaligus mampu menjawab tantangan dengan jiwa mandiri, kreatif, dan inovatif yang merupakan jiwa wirausahawan. Kurikulum yang selalu terbarui, kedekatan dengan dunia industri komunikasi melalui kerjasama sinergis, penelitian-penelitian yang berkesinambungan untuk menginspirasi lahirnya teori-teori yang relevan dengan fenomena terkini sekaligus menjadi rujukan bagi dunia industri komunikasi adalah sebagian dari upaya yang dilakukan oleh Program Studi Ilmu Komunikasi Universitas Bakrie.

 

Dalam proses pembelajaran, Prodi Ilmu Komunikasi UB menggunakan metode experiential learning atau pembelajaran melalui pengalaman, yakni proses belajar yang melibatkan unsur pengalaman terhadap materi kuliah yang diajarkan. Dengan demikian, mahasiswa tidak hanya memahami konsep dan teori tetapi juga mampu menganalisis dan merasakan langsung kasus-kasus yang relevan. Saluran dan bentuk-bentuk experiential learning di antaranya adalah:

  • Pembelajaran melalui pengalaman dengan role play dan latihan-latihan di kelas
  • Pembelajaran melalui pengalaman dengan praktikum di Laboraturium dan Studio sesuai dengan setting industri yang sebenarnya
  • Pembelajaran melalui pengalaman dengan praktik lapangan berupa magang dan field visit program
  • Pembelajaran melalui pengalaman dengan bedah real cases bidang komunikasi
  • Pembelajaran melalui pengalaman dengan keterlibatan dalam real projects bidang komunikasi, seperti brand and social campaign, CSR, produksi kreatif, produksi berita dan program acara TV serta radio, perancangan strategi komunikasi, dan riset-riset praktis maupun akademis
  • embelajaran melalui pengalaman dengan real business environment yang didukung Kelompok Usaha Bakrie

 

 

"Big Leap To The Real Experience!"