Sidebar

Penghematan air wudhu telah menjadi perhatian Prodi Teknik Lingkungan (TLK) semenjak tahun 2013. Serangkaian penelitian yang terkait dengan upaya penghematan air wudhu telah dilakukan, begitu juga Pengabdian kepada Masyarakat (PkM) untuk mengimplementasikan hasil penelitian ini. Sebelumnya di bulan Agustus 2013, tim Prodi TLK melakukan sosialisaasi dan implementasi penghematan penggunaan air untuk berwudhu di Pesantren Daarut Tauhiid dan Adzkia Islamic School, Ciputat, Tangerang Selatan. Pada September dan Oktober 2015 ini, Prodi TLK yang diwakili oleh Ibu Sandra Madonna dan Bapak Made Brunner kembali melakukan kegiatan PkM di Masjid Daarut Tauhiid, Kebayoran Baru, Jakarta Selatan.

Masjid ini sudah mengalami kondisi keterbatasan air yang tersedia untuk berwudhu pada musim kemarau tahun 2015. Kegiatan  PkM yang dilakukan di Masid Daarut Tauhid menggunakan dua aspek pendekatan yaitu pertama pendekatan secara teknologi dengan memasang kran yang dapat mengatur aliran air wudhu, dan yang kedua pendekatan secara sosial dengan melakukan sosialisasi kepada masyarakat khususnya lingkungan Masjid Daarut Tauhiid untuk berhemat air khususnya air untuk wudhu.
Pada tanggal 15 dan 16 September 2015, alat pembatas aliran air dipasang pada 26 kran air wudhu Masjid Daarut Tauhiid Jakarta, masing-masing telah dipasang 9 buah pada kran wudhu perempuan dan 17 buah pada kran wudhu pria. Pelaksaan pemasangan  alat pembatas aliran air tersebut melibatkan 9 orang mahasiswa Universitas Bakrie dan santri karya Yayasan Daarut Tauhiid. Poster berupa himbauan untuk menghemat air dalam berwudhu diserahkan oleh tim Prodi TLK  kepada pengurus masjid untuk dipasang di depan kran air yang telah dipasang alat pembatas aliran air wudhu.

 

Selanjutnya pada hari Senin 5 Oktober 2015, kegiatan sosialisasi kran pembatas aliran air wudhu dilakukan di Masjid Daarut Tauhiid. Kegiatan ini dihadiri oleh sekitar 35 peserta yang terdiri dari para pengurus masjid Daruut Tauhiid, para santri karya, para jamaah dan masyarakat sekitar masjid. Dengan metode penyampaian secara presentasi, diskusi dan tanya jawab. Kegiatan sosialisasi berlansung pada pukul 8.00-10.30 WIB. Peserta sosialisasi sangat antusias dalam berdikusi, bertanya dan memberi masukan kepada mengenai kran pembatas air wudhu bahkan diantara mereka ingin menerapkan pula budaya hemat air wudhu ini di lingkungan masjid sekitar tempat tingggal mereka masing-masing.

Kegiatan PkM ini dinilai cukup berhasil, hal ini dibuktikan dengan ketertarikan masyarakat di lingkungan Masjid Daarut Tauhiid Jakarta terhadap program yang diberikan, dan ketertarikan jamaah masjid untuk menggunakan kran wudhu yang telah terpasang alat pembatas aliran air.  Hal ini berdampak pada semakin banyaknya jemaah Masjid Daarut Tauhiid yang mendapatkan air untuk berwudhu terutama pada waktu-waktu padat jamaan seperti pada saat pelaksanaan shalat Jumat.  Sebelum kegiatan ini dilakukan, banyak jemaah yang tidak mendapatkan  kesempatan  untuk berwudhu dengan air yang tersedia di masjid tersebut karena pemakaian air pada awal waktu berwudhu yang berlebih.   Kegiatan PkM ini diharapkan menumbuhkan kembali kesadaran jamaah masjid akan upaya pelestarian lingkungan khususnya upaya efisiensi energi dan penghematan air, dan penularan pemikiran hemat air pada lingkungan sekitar. Selain itu, diharapkan terciptanya kerjasama antara Prodi TLK  dengan masyarakat dalam rangka penyebaran informasi dan pengetahuan mengenai pendidikan pelestarian lingkungan hidup di masyarakat.   Semoga kegiatan serupa dapat dikembangkan sehingga lingkungan masjid, pesantren dan instansi lainnya dapat dilibatkan pula. Semakin banyaknya masyarakat yang terlibat dapat mempercepat penyebaran informasi mengenai upaya pelestarian lingkungan khususnya dalam upaya penghematan air bersih untuk berwudhu di masyarakat. Kegiatan ini diharapkan  akan dapat dilakukan di banyak tempat lainnya, sehingga makin banyak masyarakat yang merasakan manfaat penghematan air wudhu ini.