Menjabat sebagai Head of Center of Politics and Governance Studies, Muhammad Badaruddin adalah salah satu dosen sekaligus tokoh penting di Universitas Bakrie. Pria yang akrab disapa dengan panggilan Badar ini telah menyelesaikan pendidikan Ilmu Komunikasi di Universitas Airlangga pada tahun 2001.

 

Kemudian melanjutkan studi pada Program Pascasarjana Ilmu Politik di Universitas Indonesia pada tahun yang sama. Pada tahun 2006, Badar mendapat beasiswa dari Nanyang Technological University untuk meraih MSc dalam Strategic Studies di S. Rajaratnam School of International Studies (RSIS) Singapura. Pada tahun 2009, dia kembali menempuh studi untuk meraih MA di bidang International Political Economy di University of Manchester, Inggris dengan beasiswa British Chevening Award. Selama di Ilmu Komunikasi, Badar menulis skripsi tentang Retorika Politik Presiden Abdurrahman Wahid. Selanjutnya ketika di RSIS, dia menulis tesis tentang Intelligence Reform and Democratization, dan kemudian juga melakukan riset tentang Indonesia’s Energy Export Policy untuk tesisnya di University of Manchester.

 

Badar pernah berkarir sebagai konsultan di PT. Multi Utama International, yang kemudian juga mengelola sebuah production house di Jakarta. Dia pernah menjadi konsultan Pemerintah Kota Ternate untuk formulasi visi kota tersebut, dan kemudian untuk Pemerintah Provinsi DKI Jakarta dalam program Masyarakat dan Pembangunan Sosial. Badar pun terlibat dalam riset untuk project “Islam in Indonesia,” yang diselenggarakan oleh Institute of Defence and Strategic Studies (IDSS) Singapura. Dalam periode 2004 sampai 2009, di luar masa studinya di RSIS, Badar menjadi staf ahli di DPR RI, terutama untuk Anggota DPR di Komisi 1 (melingkupi isu-isu Pertahanan, Hubungan Luar Negeri, Intelijen, serta Komunikasi dan Informasi) dan Komisi 2 (melingkupi Politik Dalam Negeri, Pemilihan Umum, Otonomi Daerah, dan Pertanahan). Sampai kini, bersama beberapa anggota Dewan Energi Nasional, Badar juga dipercaya sebagai Direktur Program di Indonesian Center for Energy and Environmental Studies (ICEES).

 

Dalam rangkaian Pemilu tahun 1999, ketika masih sebagai mahasiswa Ilmu Komunikasi, Badar pernah dipercaya sebagai Manajer Humas di University Network for Free and Fair Election (UNFREL) Jawa Timur. Keaktifan dalam berorganisasi membuatnya banyak terlibat dalam berbagai jaringan mahasiswa internasional, antara lain di Southeast Asian Muslim Student Union (Pepiat), Asean Muslim Youth Secretariat (Amsec) dan Asian Renaissance, Young Leaders Network. Semasa studi di United Kingdom, Badar juga terlibat dalam Chevening Scholar Forum. Selain itu, dia juga menginisiasi berdirinya Indonesia in Motion, sebuah jaringan intellectual-activist muda asal Indonesia yang berbasis di Manchester.

Pendaftaran Mahasiswa Baru Universitas Bakrie Dibuka Kembali Pada Tanggal 28 Juni 2017.
Selama Libur Hari Raya (23-27 Juni 2017) Bisa Menghubungi Hotline (Whatsapp) di 0856 777 9945 atau LINE : @universitasbakrie