(function(i,s,o,g,r,a,m){i['GoogleAnalyticsObject']=r;i[r]=i[r]||function(){ (i[r].q=i[r].q||[]).push(arguments)},i[r].l=1*new Date();a=s.createElement(o), m=s.getElementsByTagName(o)[0];a.async=1;a.src=g;m.parentNode.insertBefore(a,m) })(window,document,'script','https://www.google-analytics.com/analytics.js','ga'); ga('create', 'UA-33635146-1', 'auto'); ga('send', 'pageview');

Mengawali dengan ide bisnis yang dijalaninya sejak pertengahan tahun 2016, Siti Maysarah (Akuntansi 2015) berhasil meraih Juara 1 Kompetisi Wirausaha yang diselenggarakan oleh Wahana Visi Indonesia. Hari penganugerahan yang diselenggarakan pada tanggal 19 September 2017 di Ice Palace Hall Lotte Shoping Avenue dihadiri oleh lebih dari 50 Wirausaha Muda dampingan Wahana Visi Indonesia yang juga mengikuti kompetisi ini.

Wanita yang akrab disapa Sarah ini telah melalui proses yang panjang sampai dengan diraihnya gelar juara 1 pada kompetisi ini. Berawal pada keikut sertaannya di seminar motivasi wirausaha, Sarah memutuskan untuk mengikuti pelatihan lanjutan selama 2 hari 1 malam di salah satu hotel di Jakarta. Pada pelatihan tersebut, Sarah mempelajari banyak hal seputar wirausaha yang langsung di bawakan oleh salah satu praktisi bisnis di Indonesia.

Memutuskan untuk bergerak di bidang percetakan, Sarah memanfaatkan peluang bisnis yang memudahkan mahasiswa untuk menjalankan bisnisnya yaitu sistem usaha dropship yang berarti menjual produk took lain tanpa melakukan proses stock barang di tempat usahanya. Bisa dikatakan bahwa seolah olah Sarah memiliki toko namun sebenarnya wanita ini hanya perantara pemasaran produk orang lain dan mengambil komisi dari proses tersebut. Alih alih memilih bisnis di bidang kuliner, Sarah lebih memilih untuk terjun di dunia percetakan souvenir dengan sistem dropship. “Melihat peluang di bisnis custom yang lagi hitz, saya tertarik untuk mencoba untuk memadukan sistem bisnis online dan percetakan melalui bisnis tumbler dan mug yang saya jalankan sampai sekarang” ungkap mahasiswi semester 5 ini.

Bagi wanita yang perpostur tinggi ini, proses kompetisi ini tentunya bukan hanya semata mata untuk mendapatkan gelar juara namun juga untuk mendalami ilmu yang ia dapatkan di mata kuliah yang dipelajarinya. “Bagi saya, menuntut ilmu bukan hanya di institusi pendidikan, namun juga bisa kita dapatkan dari luar institusi pendidikan. Contohnya adalah kompetisi wirausaha ini, saya mungkin harus mengorbankan waktu libur saya untuk belajar dengan pengalaman yang saya lakukan di kompetisi wirausaha ini” Ujar Sarah.

Selama 6 bulan, Sarah terus belajar mengenai bisnis online yang dijalaninya di program wirausaha muda ini, jatuh bangun pengalaman yang ia rasakan justru dijadikan suatu pelajaran yang dapat ia aplikasikan di masa depan. Berawal dari modal Rp. 0,- Sarah kini bisa mendapatkan penghasilannya sendiri sedikit demi sedikit. Berkat program kompetisi wirausha muda ini, Sarah juga bisa membuka jaringan relasi dengan perusahaan percetakan yang sekaligus dijadikannya sebagai tempat belajar. Tentunya bagi remaja seusianya, akan sangat membutuhkan pengalaman yang banyak agar dapat memandu masa depannya di hari kemudian.

Bukan hanya meraih Juara 1, Sarah juga menjadi bagian dari cerita di buku 27 anak muda meraih mimpi yang diterbitkan oleh Wahana Visi Indonesia dan Pemerintah Provinsi DKI Jakarta. Selain itu, melalui program kompetisi wirausaha muda ini, Sarah juga pernah terpilih menjadi Delegasi Indonesia pada Youth for Change, Cambodia pada bulan akhir tahun 2016 lalu.

Berita Lainya