(function(i,s,o,g,r,a,m){i['GoogleAnalyticsObject']=r;i[r]=i[r]||function(){ (i[r].q=i[r].q||[]).push(arguments)},i[r].l=1*new Date();a=s.createElement(o), m=s.getElementsByTagName(o)[0];a.async=1;a.src=g;m.parentNode.insertBefore(a,m) })(window,document,'script','https://www.google-analytics.com/analytics.js','ga'); ga('create', 'UA-33635146-1', 'auto'); ga('send', 'pageview');

Berita Terkini

Prestasi

Kuliah Umum & Kunjungan Perusahaan

Jakarta (3/11)-Selama ini ada anggapan bahwa sosialisasi perpajakan identik dengan acara yang serius dan membosankan. Lain halnya dengan acara Tax Goes To Campus yang diadakan oleh Program Studi Akuntansi Universitas Bakrie melalui Tax Center bekerjasama dengan KPP Pratama Jakarta Setiabudi Satu mengadakan sosialisasi mengenai perpajakan lewat program Tax Goes to Campus “Generasi Muda Paham Pajak”.

Acara dibuka oleh Dekan Fakultas Ekonomi dan Ilmu Sosial yang juga Ketua Program Studi Manajemen Dr. Dudi Rudianto, SE, M.Si. Mengangkat tema “Generasi Muda Paham Pajak” mahasiswa diajak mengenal jenis-jenis pajak, peranan pajak dalam pembangunan infrastruktur, pendidikan, kesehatan dan subsidi energi. Peserta diajak pula mengenal hak dan kewajiban Wajib Pajak, mengenal apa itu NPWP, SPT serta cara melaporkan SPT dan terutama Digitalisasi Perpajakan dimana pada jaman sekarang, yaitu era digital pembayar pajak telah dipermudah lewat sistem pembayaran pajak secara elektronik. Pemateri berpesan agar kelak mahasiswa tidak menjadi seorang free rider, yang menikmati fasilitas publik tanpa mau berkontribusi membayar pajak. Turut hadir dari KPP Pratama Jakarta Setiabudi Satu Bapak Emil Mukti, Kepala Seksi Waskon 1, dan presentasi  berlangsung selama kurang lebih dua jam, dibawakan oleh Account Representative Bapak Arif Hendro Prabowo, Ibu Ni Putu Purnami Jayanti dan Bapak M. Nofal Kurniawan. Selama acara berlangsung, antusiasme dan sambutan meriah ditunjukkan para mahasiswa dan civitas akademika Universitas Bakrie. Acara berlangsung interaktif dan fun karena diselingi games-games, ice breaking dan kuis. Pertanyaan-pertanyaan kritis pun terlontar dari beberapa mahasiswa. Diantaranya tentang penghapusan sanksi, apakah memberikan keadilan terhadap WP yang selama ini patuh, kemudian tentang e-billing, apakah efektif dan bagaimana proses sosialisasinya dan mengenai Gijzeling apakah akan digalakkan lagi pada tahun 2015.