(function(i,s,o,g,r,a,m){i['GoogleAnalyticsObject']=r;i[r]=i[r]||function(){ (i[r].q=i[r].q||[]).push(arguments)},i[r].l=1*new Date();a=s.createElement(o), m=s.getElementsByTagName(o)[0];a.async=1;a.src=g;m.parentNode.insertBefore(a,m) })(window,document,'script','https://www.google-analytics.com/analytics.js','ga'); ga('create', 'UA-33635146-1', 'auto'); ga('send', 'pageview');

Pada hari Selasa, 11 Juli 2017 mahasiswa Universitas Bakrie program Studi Teknologi Pangan angkatan 2014 melakukan kunjungan industri ke PT Salim Ivomas Pratama Tbk. yang berlokasi di Jalan Industri 1, Tanjung Priok, Jakarta Utara. Adapun kegiatan yang dilaksanakan adalah mengelilingi plant, dimana sebelumnya dijelaskan terlebih dahulu mengenai Safety Induction for Visitor dan gambaran umum mengenai proses pengolahan. Crude Palm Oil (CPO) menjadi beberapa produk turunannya (minyak goreng, margarin, shortening dll).


Gambar 1. Penjelasan Proses Pengolahan CPO dengan Miniatur Pabrik

PT Salim Ivomas Pratama Tbk. merupakan perusahaan yang bergerak di bidang perkebunan yang telah berdiri sejak Desember 2010. Jumlah karyawan saat ini berjumlah 600 orang. Perusahaan tersebut terbagi menjadi 2 bagian yaitu refinery dan perkebunan. Untuk tempat pengolahan (refinery) terletak di 5 daerah di Indonesia seperti Sumatera Utara, Jakarta (Tanjung Priok dan Pluit), Surabaya, Sulawesi Utara (Bitung). Perusahaan tersebut menghasilkan berbagai produk olahan dari kelapa sawit seperti minyak goreng, margarin, dan shortening.

Bahan baku dalam proses pengolahan yang dilakukan oleh PT Salim Ivomas Pratama Tbk. adalah minyak kelapa sawit mentah yang diperoleh melalui proses ekstraksi dari bagian daging buah atau yang biasa disebut dengan Crude Palm Oil (CPO). CPO kemudian akan diolah menjadi RBDPO dan diolah kembali menjadi stearin yang digunakan sebagai bahan dalam pembuatan margarin dan lemak nabati serta olein sebagai bahan pembuatan minyak goreng.

 

Gambar 2. Contoh Sampel CPO, PFAD, RBDPO, Stearin, dan Olein

Pada awalnya, bahan baku melalui proses pemurnian dan menghasilkan Refined Bleached Deodorized Palm Oil (RBDPO) dan Palm Fatty Acid Distillate (PFAD). Crude Palm Oil (CPO) harus mengalami proses refinery terlebih dahulu sehingga menjadi tidak memiliki rasa dan sudah memiliki kestabilan. CPO dilakukan pemanasan terlebih dahulu, lalu dilanjutkan dengan degumming. Tahap ini bertujuan untuk memisahkan seluruh fosfolipid (gum) yang terdapat dalam minyak. Degumming dilakukan dengan melakukan penambahan asam fosfat kepada minyak dan pemberian panas, sehingga mengendapkan fosfatida (gum).

Tahap selanjutnya adalah bleaching. Bleaching merupakan proses mereduksi pigmen warna (pheophytin dan karotenoid), yaitu dengan melakukan penambahan bleaching earth (BE). Tujuan dari penambahan bleaching earth (BE) adalah untuk menyerap pengotor yang masih terdapat di dalam minyak, seperti logam berat, air, komponen yang tidak larut minyak, karotenoid, dan sebagian pigmen lainnya. Bleaching earth yang digunakan berupa clay berbentuk bubuk. Clay akan mengabsorbsi kotoran sehingga warnanya berubah menjadi kehitaman. Clay tersebut akan dipisahkan dari minyak dengan cara filtrasi dengan steam untuk menguapkan minyak dan dengan menggunakan cylon.

Tahap deodorisasi dilakukan untuk menarik FFA yang terkandung dalam minyak, hal ini dilakukan agar menghambat minyak teroksidasi. Proses deodorisasi dilakukan dengan cara pemanasan pada suhu 120oC sehingga FFA menguap, dan disertai dengan alat vakum untuk menarik FFA yang menguap. FFA yang menguap dicairkan dan digunakan untuk produk kosmetik.

Selanjutnya dilakukan fraksinasi, yaitu proses kristalisasi minyak dengan menggunakan perlakuan pendinginan, dimana trigliserida yang memiliki titik leleh rendah akan berbentuk dalam fase cair (olein) dan trigliserida yang memiliki titik leleh tinggi akan berbentuk fase padat (stearin). Pemisahan stearin dan olein dilakukan dengan cara pengepresan. Stearin akan digunakan sebagai margarin dan lemak nabati, serta olein akan digunakan sebagai minyak goreng.

Gambar 3. Foto bersama pihak PT. Salim Ivomas Pratama Tbk.

Tahap akhir ialah pengemasan produk, untuk produk minyak goreng kemasan yang digunakan ialah pail (tanpa label), BIB (plastik dalam box), jerigen, pounch, dan botol. Sedangkan untuk produk margarin dan lemak nabati menggunakan plastik dalam box. Limbah air yang dihasilkan selama proses akan diolah dengan menggunakan mikroorganisme agar sesuai dengan regulasi yang telah ditetapkan oleh pemerintah.

Semua alur proses dapat dlihat dan dikendalikan melalui layar yang ada pada Control Room, sedangkan pada proses pengemasan dan beberapa proses lainnya dapat dilihat melalui kaca. Setelah selesai mengelilingi plant, kemudian kembali ke ruangan pertemuan untuk sharing dan diskusi lebih lanjut. Kunjungan hari diakhiri dengan foto bersama pihak PT. Salim Ivomas Pratama.

 

 

Syifa Fauziah

"Sebagai lulusan Ilmu dan Teknologi Pangan, tentunya diharapkan mampu menjadi food technologist yang baik."

Selanjutnya

 

Gayu P Guritno

"Fun and Worth Every Second Study in TP Bakrie!

Selanjutnya

 

Risqah Fadillah

"Tidak hanya pembekalan menjadi food scientist, tapi menjadi technopreneur "

Selanjutnya

Berita Lainya