(function(i,s,o,g,r,a,m){i['GoogleAnalyticsObject']=r;i[r]=i[r]||function(){ (i[r].q=i[r].q||[]).push(arguments)},i[r].l=1*new Date();a=s.createElement(o), m=s.getElementsByTagName(o)[0];a.async=1;a.src=g;m.parentNode.insertBefore(a,m) })(window,document,'script','https://www.google-analytics.com/analytics.js','ga'); ga('create', 'UA-33635146-1', 'auto'); ga('send', 'pageview');

Indonesia dikenal sebagai negara agraris, namun nyatanya pertanian di Indonesia belum bisa bersaing dengan Jepang yang bisa membangun teknologi pangan dan pertanian sendiri, meskipun alamnya kurang mendukung. Kekayaan sumber daya alam Indonesia seharusnya menjadi modal utama untuk bisa bersaing. Hal inilah yang menjadi impian dari mahasiswa Teknologi Pangan di Indonesia, dapat belajar teknologi pangan langsung dari ahlinya.

Memasuki hari ke enam kami pada Sakura Exchange Program in Science 2016, kami memiliki tiga agenda menyenangkan yang kami alami. Hari itu dituruni hujan selama satu hari penuh, seakan tau bahwa hari Jumat, 11 November 2016 adalah hari terakhir kami untuk melaksanakan Sakura Exchange Program in Science di Sendai, Miyagi, Japan. Sebelum melaksanakan seluruh agenda hari itu, seperti hari – hari sebelumnya, kami mengawali hari dengan sarapan bersama di restaurant hotel, menu yang disuguhkan tidak jauh berbeda dari hari kemarin tetapi tidak ada rasa bosan sedikit pun karena lezat nya menu sarapan pagi tersebut.

Berkuliah di Ilmu dan Teknologi Pangan Universitas Bakrie merupakan kesempatan yang menyenangkan untuk menimba ilmu selama 4 tahun. Dengan para dosen pengajar yang kualitasnya tidak diragukan lagi, mampu menyampaikan ilmu yang sangat saya gunakan sampai saat saya bekerja. Penyeimbangan antara teori dan praktek adalah hal yang sangat saya sukai di Teknologi Pangan (TP) Universitas Bakrie. Tidak melulu hanya text book yang kita baca, praktek secara langsung dapat membantu kita lebih memahaminya.

 

Syifa Fauziah

"Sebagai lulusan Ilmu dan Teknologi Pangan, tentunya diharapkan mampu menjadi food technologist yang baik."

Selanjutnya

 

Gayu P Guritno

"Fun and Worth Every Second Study in TP Bakrie!

Selanjutnya

 

Risqah Fadillah

"Tidak hanya pembekalan menjadi food scientist, tapi menjadi technopreneur "

Selanjutnya

Berita Lainya