(function(i,s,o,g,r,a,m){i['GoogleAnalyticsObject']=r;i[r]=i[r]||function(){ (i[r].q=i[r].q||[]).push(arguments)},i[r].l=1*new Date();a=s.createElement(o), m=s.getElementsByTagName(o)[0];a.async=1;a.src=g;m.parentNode.insertBefore(a,m) })(window,document,'script','https://www.google-analytics.com/analytics.js','ga'); ga('create', 'UA-33635146-1', 'auto'); ga('send', 'pageview');

Pada tanggal 7-9 Maret 2017, dua orang dosen program studi Ilmu dan Teknologi Pangan Universitas Bakrie, Rizki Maryam Astuti, MSi dan Laras Cempaka, MT., mengikuti program IUNS workshop on Capacity and Leadership Development in Nutritional Sciences. Acara tersebut diselenggarakan di National Institute of Health and Nutrition (NIHN) Tokyo, Jepang.

 


Foto bersama Peserta Kelompok

Partisipan yang hadir terdiri dari negara Indonesia, Malaysia, Singapura, Thailand, Sri Lanka, China, Korea Selatan, Mongolia, India, dan Jepang. Pada hari pertama, partisipan diberi pembekalan materi mengenai Food Environment and Food Choice for Disease Prevention oleh Prof. Boyd Swinburn. Selanjutnya materi yang dipaparkan oleh pembicara lainnya yaitu Prof. Makoto Shimizu, Prof. Yukare Takemi, dan Dr. Nubuo Nishi mengenai Food for Disease Prevention, Creating Better Food Environment to Improve the Accessibility to Healthy Diet, dan Provision of Information on Healthy Food Choice secara berturut-turut.

Pada hari yang sama, para peserta diajak untuk mengunjungi Marunouchi TANITA restaurant. Restoran ini merupakan salah satu restoran di Jepang yang fokus terhadap kesehatan konsumennya. Sebelum memesan menu, para pengunjung direkomendasikan untuk menganalisis komposisi massa tubuh yang didampingi oleh seorang konsultan nutrisi yang bertugas menjelaskan hasil analisis dan tentu saja membantu memilih dan mengukur menu makanan yang dibutuhkan oleh masing-masing konsumen.

Tim manajemen sedang menjelaskan profil Marunouchi TANITA restaurant

Salah satu menu dari TANITA restaurant yang disajikan

Pada hari kedua, peserta diajak mengunjungi supermarket besar di Jepang yaitu AEON Shinagawa Seaside. Kunjungan kali ini, peserta diajak untuk mengobservasi apa saja produk makanan/ pangan yang dijual pada supermarket tersebut. Sesuai dengan tema besar workshop, supermarket sebagai salah satu penyuplai terbesar barang-barang kebutuhan masyarakat sebaiknya mendukung pengadaan produk pangan yang mendukung nutrisi dan kesehatan konsumen. Produk-produk tertata dengan baik dan diberi keterangan sesuai kategorinya masing-masing. Di Jepang, konsep pangan fungsional dieknal dengan istilah FOSHU (Food for Specific Health Uses) yang berarti pangan yang dikhususkan untuk diet tertentu. Produk FOSHU diklasifikasikan sebagai kategori untuk kondisi IG (indeks glikemik), menurunkan tekanan darah, menurunkan kolesterol dan glukosa darah, meningkatkan absorpsi mineral, meningkatkan kesehatan gigi, dan kesehatan tulang.

Sambutan dari salah satu sensei di Yashio-gakuen Shinagawa

Selanjutnya pada hari yang sama, peserta dibagi kedalam dua kelompok, yaitu kelompok yang mengunjungi Sakurakai Elderly Health Care Center Minamioi dan Integrated Elementary and Junior High School Yashio-gakuen Shinagawa. Pada sekolah Yashio-gakuen, kami mengobservasi bagaimana sekolah menyediakan menu makan siang yang sehat untuk para siswanya. Menu makanan sehat berdasarkan berapa jumlah asupan nutrisi yang terdiri dari komposisi karbohidrat, protein, lemak dan mineral yang dibutuhkan sesuai dengan tingkat usia. Pada kunjungan tersebut, peserta workshop pun berkesempatan makan bersama dengan para siswa.

Working Group

Setelah melakukan kunjungan, aktivitas selanjutnya yaitu working groups. Peserta dibagi ke dalam tiga kelompok besar dan masing-masing kelompok kemudian dibagi kembali ke dalam tiga kelompok kecil. Pada masing-masing kelompok besar, setiap peserta dari masing-masing negara mempresentasikan tentang kondisi gizi dan penyakit di negaranya. Selanjutnya, setiap kelompok berdiskusi untuk menelaah permasalahan gizi dan penyakit di setiap negara dan mensintesis solusinya. Setelah itu masing-masing kelompok mempresentasikan hasil diskusinya yang diwakili oleh seorang group leader.

 

 Foto Bersama setelah acara selesai

 

Ditulis oleh:
Laras Cempaka dan Rizki Maryam Astuti (dosen Prodi ITPbakrie)

 

Syifa Fauziah

"Sebagai lulusan Ilmu dan Teknologi Pangan, tentunya diharapkan mampu menjadi food technologist yang baik."

Selanjutnya

 

Gayu P Guritno

"Fun and Worth Every Second Study in TP Bakrie!

Selanjutnya

 

Risqah Fadillah

"Tidak hanya pembekalan menjadi food scientist, tapi menjadi technopreneur "

Selanjutnya

Berita Lainya