(function(i,s,o,g,r,a,m){i['GoogleAnalyticsObject']=r;i[r]=i[r]||function(){ (i[r].q=i[r].q||[]).push(arguments)},i[r].l=1*new Date();a=s.createElement(o), m=s.getElementsByTagName(o)[0];a.async=1;a.src=g;m.parentNode.insertBefore(a,m) })(window,document,'script','https://www.google-analytics.com/analytics.js','ga'); ga('create', 'UA-33635146-1', 'auto'); ga('send', 'pageview');

Jakarta-(22/07/17) Kegiatan workshop dan seminar bertajuk “Talents Mapping ST 30” di ruang 8 Universitas Bakrie disambut dengan antusiasme tinggi dari peserta mahasiswa Teknologi Pangan Universitas Bakrie yang memenuhi seluruh ruangan acara sejak pukul 9.00 WIB pagi hingga acara selesai. Workshop dan seminar yang dibawakan langsung oleh Direktur Imrpove Education Consulting, Ibu Diah Ningrum, M. Ed, bertujuan untuk mengenalkan peserta terhadap potensi diri yang dimiliki sehingga dapat mempermudah dalam mengukir prestasi baik dari segi perkuliahan maupun persiapan menghadapi dunia magang dan kerja.

Acara dipandu langsung oleh Ibu Nurul Asiah, M.T., dosen Prodi Teknologi Pangan yang juga bertindak sebagai pembawa acara, dilanjutkan dengan pemberian materi yang dimulai dari sesi ice breaking oleh pembicara agar saling mengenal satu sama lain kelebihan dan kekurangan peserta dengan tujuan mengakrabkan suasana. Ibu Diah Ningrum memperkenalkan Metode Strength Typology 30 (ST 30) yang ditemukan oleh Abah Rama Royani. Melalui metode ST 30 peserta dapat mengetahui secara langsung potensi bakat yang merupakan kekuatan atau keunggulan untuk kemudian bisa kita asah menjadi hal yang produktif. Ibu Diah menjelaskan bahwa dengan metode ST 30 peserta diminta untuk fokus pada kekuatan yang dimiliki dan mensiasati keterbatasan yang ada. Fokus pada kekuatan berarti bahwa peserta diminta untuk kedepannya dapat meluangkan waktu untuk belajar dan berlatih hanya pada aktivitas yang merupakan potensi kekuatan.

Gambar Penyampaian Materi Workshop dan Seminar Talents Mapping ST 30

Pada sesi selanjutnya, setiap peserta mendapat kesempatan untuk menggunakan metode 30 Strength Typology yang dipandu langsung oleh Ibu Diah Ningrum. Dalam waktu 20 menit peserta diminta untuk mengisi semacam formulir ST-30 yang kemudian akan diinterpretasikan hasil nya pada sesi berikutnya. Pada sesi interpretasi hasil, suasana ruangan semakin ramai akibat respon ekspresif peserta yang beragam mengenai hasil potensi bakat yang tercermin dari hasil form ST 30 ini.

Pemberian Hadiah Buku Pada Peserta Terpilih

Sesi selanjutnya adalah sesi sharing dari salah satu peserta yaitu Komang R. A. Wiguna mengenai hasil pembacaan talents mapping ST 30 serta berbagi pengalaman kegiatan magang yang telah dilakukan. Di penghujung acara juga diadakan quiz berhadiah buku “Talents Mapping oleh Abah Rama Royani” dari Pembicara serta sesi tanya jawab yang tentunya dimanfaatkan dengan baik oleh peserta acara untuk melontarkan berbagai pertanyaan terkait materi yang telah disampaikan. Acara berakhir pukul 12.00 ditutup dengan sesi foto bersama pembicara, penyelenggara dan seluruh peserta acara.

Sesi Foto Bersama peserta Talents Mapping ST 30

Rangakain kegiatan ini, tak lain untuk membekali mahasiwa program studi Teknologi Pangan Universitas Bakrie untuk melatih dan membangun potensi diri. Nantinya sangat menjadi keunggulan bagi setiap peserta dalam membawa diri di dunia kerja. Karena bukan hanya sekedar teori yang harus dikuasai, mengenali potensi diri juga sangat diperlukan. Untuk menguasainya, tentu harus dibarengi melalui pelatihan sperti kegiatan ini hingga pemahaman yang diterapkan melalui setiap aktivitas mahasiswa dalam beraktivitas sehari-hari, seperti melalui organisasi terkecil di dalam kelas bahkan organisasi di luar kampus yang lebih luas lagi. Oleh sebab itu, pembekalan bagi mahasiswa sangat diperhatikan oleh Dosen Teknologi Pangan di Universitas Bakrie.

 

Ditulis oleh:
Rahmat Arif Lahiya

 

 

Syifa Fauziah

"Sebagai lulusan Ilmu dan Teknologi Pangan, tentunya diharapkan mampu menjadi food technologist yang baik."

Selanjutnya

 

Gayu P Guritno

"Fun and Worth Every Second Study in TP Bakrie!

Selanjutnya

 

Risqah Fadillah

"Tidak hanya pembekalan menjadi food scientist, tapi menjadi technopreneur "

Selanjutnya

Berita Lainya