(function(i,s,o,g,r,a,m){i['GoogleAnalyticsObject']=r;i[r]=i[r]||function(){ (i[r].q=i[r].q||[]).push(arguments)},i[r].l=1*new Date();a=s.createElement(o), m=s.getElementsByTagName(o)[0];a.async=1;a.src=g;m.parentNode.insertBefore(a,m) })(window,document,'script','https://www.google-analytics.com/analytics.js','ga'); ga('create', 'UA-33635146-1', 'auto'); ga('send', 'pageview');

Remaja-remaja Indonesia kini mampu melangkah untuk kehidupan yang lebih maju dengan membentuk usaha-usaha yang unik, kreatif, dan berusaha membuat terobosan baru. Hal ini sejalan dengan kebutuhan masyarakat yang semakin beragam dan menginginkan sesuatu yang unik, kekinian, dan menarik perhatian.

Pada Jumat (18/8/2017) lalu, empat mahasiswa Teknologi Pangan Universitas Bakrie (Tekpang UB) angkatan 2016, yaitu Febriana Eka Rada, Nafila Chaerunnisa, Aulia Fieony, dan Yulitha Aulia Fahmy, berkesempatan untuk mengunjungi booth Mama’s Rice yang saat itu sedang mengikuti acara City Market Festival di Lippo Mall Kemang, Jakarta Selatan, kegiatan tersebut merupakan acara serupa bazar yang menghadirkan brand-brand lokal di bidang fashion dan food and beverages karya anak muda. Dalam kesempatan ini, mahasiswa Tekpang UB melakukan sharing bersama founder dari Mama’s Rice, yaitu Gigih dan Kayla, membahas tentang bagaimana proses dan upaya mereka hingga akhirnya tercipta Mama’s Rice ini dan juga bagaimana usaha yang dikerjakan dalam menjadi seorang entrepreneur.

Hal ini tentunya berkaitan dengan mata kuliah Pengantar Kewirausahaan. Disini mahasiswa pangan mempelajari dasar tentang berwirausaha agar nantinya mahasiswa pangan mampu mengiplementasikan metode usaha-usaha yang baru di bidang pangan yang juga nantinya akan mendukung perluasan lapangan kerja. Tentunya hal ini didukung oleh experiential learning dengan melihat secara langsung bagaimana menjadi seorang entrepreneur.

Gigih dan Kayla (Founder Mama’s Rice) bersama Mahasiswa Tekpang UB sedang menceritakan proses terbentuknya Mama’s Rice hingga berjalan seperti sekarang.

Saat ini, banyak bermunculan usaha-usaha lokal karya anak bangsa yang memproduksi barang maupun jasa dan cukup diminati masyarakat Indonesia, seperti usaha dalam bidang start-up digital, e-commerce, fashion, souvenir, food and beverages, dan lain-lain. Salah satu usaha yang unik hasil kreatifitas anak muda Indonesia adalah produk makanan yang bernama Mama’s Rice. Mama’s Rice adalah brand produk makanan ala Jepang berupa nasi dengan karage yang menggunakan bumbu-bumbu yang unik. Menu yang disajikan adalah karage rasa original, karage dengan campuran telur asin (salted egg), dan juga terdapat karage dengan bumbu sambal madura yang menggabungkan cita rasa Jepang dengan Indonesia.

Mama’s Rice ini merupakan usaha yang dimiliki oleh tiga anak muda dengan hobi yang sama yaitu dalam bidang makanan Kayla Narendra, Gigih Sadikin, dan Areza Pradityo yang ketiganya tidak memiliki basic ilmu mengenai pangan namun berani membuka usaha di bidang makanan. Awalnya mereka memsarkan dilingkungan sekitar dengan mendapatkan respon baik akhirnya mereka mebuat usaha tersebut dengan brand Mama’s Rice ini dan mempublikasikan ke media sosial Instagram.

“Awalnya Areza yang suka coba-coba memasak terus dibagikan ke teman-teman yang lain untuk mencoba masakannya. Terus karena sambutannya baik, jadi akhirnya kami bertiga memutuskan untuk yuk jadiin usaha. Gak berhenti di situ, kami juga mencoba resep-resep modifikasi lainnya yang mungkin diterima masyarakat yang dibantu juga oleh resep dari Mama-nya Areza dan jadilah Mama’s Rice ini.” ujar Gigih.

Selain mendapatkan gambaran mengenai pengalaman dari Mama’s Rice ini, para mahasiswa Tekpang UB pun berkesempatan melihat langsung proses pembuatan dari Mama’s Rice ini dan mencicipi produk makanan Mama’s Rice. Tidak hanya keempat mahasiswa Tekpang UB yang mendapatkan ilmu tentang berwiraurasaha dari pemilik Mama’s Rice, tetapi mereka juga memberikan tanggapan mengenai makanan yang dari Mama’s Rice yang dapat diaplikasikan untuk meng-improvisasi produknya. Tanggapannya antaralain dari cara penyajian makanan yang harus dikemas lebih menarik lagi dan memperkuat identitas brand Mama’s Rice dengan memberikan label logo di kemasannya serta memperbaiki proses memasaknya dengan memperhatikan tingkat kematangan makanannya.

Gigih dan Kayla sedang menunjukkan proses memasak produk Mama’s Rice, yaitu nasi dengan karaage kepada mahasiswa Tekpang UB.

“Kami jadi termotivasi banget karena Kakak-Kakak dari Mama’s Rice ini bukan orang Tekpang tapi mengerti bagaimana mengolah makanan hingga akhirnya bisa membuat usaha seperti ini. Kami yang anak Tekpang pun jadi ingin mencoba suatu saat nanti punya usaha kayak gini apalagi tadi sudah belajar banyak dan melihat langsung jadi tahu apa aja yang harus kami lakukan dan bisa belajar juga dari kelebihan dan kekurangannya.” ujar Febriana Eka Rada, Mahasiswi Tekpang UB yang akrab disapa Feby ini.

 

Syifa Fauziah

"Sebagai lulusan Teknologi Pangan, tentunya diharapkan mampu menjadi food technologist yang baik."

Selanjutnya

 

Gayu P Guritno

"Fun and Worth Every Second Study in TP Bakrie!

Selanjutnya

 

Risqah Fadillah

"Tidak hanya pembekalan menjadi food scientist, tapi menjadi technopreneur "

Selanjutnya

Berita Lainya