(function(i,s,o,g,r,a,m){i['GoogleAnalyticsObject']=r;i[r]=i[r]||function(){ (i[r].q=i[r].q||[]).push(arguments)},i[r].l=1*new Date();a=s.createElement(o), m=s.getElementsByTagName(o)[0];a.async=1;a.src=g;m.parentNode.insertBefore(a,m) })(window,document,'script','https://www.google-analytics.com/analytics.js','ga'); ga('create', 'UA-33635146-1', 'auto'); ga('send', 'pageview');

JAKARTA−Program Studi Ilmu Komunikasi Universitas Bakrie bekerja sama dengan Andalas Televisi (ANTV) mengadakan Guest Lecturer (GL) dengan tema “Berkarya di Industri Penyiaran” bersama Yuliandre Darwis, Ketua Komisi Penyiaran Indonesia (KPI) Pusat, dan beberapa senior praktisi di bidang penyiaran dan jurnalistik dari ANTV di Ruang 1 dan 2 Universitas Bakrie pada Kamis (14/9/2017).

Kegiatan ini pun merupakan salah satu kegiatan Corporate Social Responsibility (CSR) ANTV yang bertajuk “Kampus Keren” yang telah diselenggarakan di beberapa perguruan tinggi di Indonesia. Kegiatan ini diikuti oleh mahasiswa-mahasiswi tingkat 2 dan 3 Ilmu Komunikasi Universitas Bakrie peminatan Komunikasi Media Massa dan Jurnalistik. GL ini diselenggarakan dengan tujuan agar mahasiswa Ilmu Komunikasi Universitas Bakrie dapat mengenal lebih dalam dunia penyiaran khususnya dalam bidang pertelevisian di Indonesia dan juga pekerjaan bidang jurnalistik televisi secara profesional sebagaimana metode pembelajaran yang ada di Universitas Bakrie, yaitu experiential learning.

Suasana GL yang dihadiri oleh mahasiswa-mahasiswi Ilmu Komunikasi UB peminatan Komunikasi Media Massa.

“Kami ingin sharing kepada teman-teman bagaimana kehidupan dan lingkup pekerjaan dalam dunia televisi dan kami juga ingin memberikan kesempatan teman-teman mengenal lebih dalam dengan bertanya sedalam mungkin kepada para praktisi dari ANTV agar teman-teman bisa tergambar bagaimana pekerjaannya nanti.” ujar Monica Desideria, General Manager Marketing and Corporate Communication ANTV.

Yuliandre Darwis, Ketua KPI Pusat, saat memberikan materi kepada mahasiswa Ilmu Komunikasi UB.

Yuliandre Darwis, Ketua KPI Pusat, dalam GL ini membahas tentang bagaimana kondisi penyiaran Indonesia saat ini dan meminta para mahasiswa sebagai generasi muda harus memiliki semangat jiwa muda dan kreatifitas yang tinggi agar mampu bersaing dan bertahan di kerasnya dunia penyiaran Indonesia. Saat ini dunia penyiaran tidak hanya dijadikan sebagai media informasi, melainkan menjadi suatu kebutuhan bagi masyarakat untuk mencari hiburan seperti hasil penilaian rating dan share yang dikeluarkan oleh AC Nielsen di mana acara-acara hiburan masih menjadi raja di dunia penyiaran, salah satunya adalah program Pesbukers ANTV yang masih bertahan pada peringkat pertama rating dan share televisi Indonesia. Oleh karena itu, Pemimpin termuda lembaga negara di Indonesia sekaligus Presiden Lembaga Penyiaran Dunia ini menuturkan bahwa pekerja televisi seharusnya lebih pandai mengolah program yang dibuat termasuk dalam memperhatikan batasan-batasan yang diberikan KPI agar tidak menjadi berlebihan.

Selain itu, praktisi-praktisi senior ANTV yang juga hadir pada GL ini terdiri dari Faisal Utama, Produser Eksekutif Selamat Pagi Nusantara; Hadi Suwono, Produser Eksekutif News ANTV; dan Machsus Thamrin, Produser Eksekutif News Gathering. Ketiga praktisi ini membahas bagaimana kerja keras pekerjaan menjadi seorang jurnalis dan apa saja yang hal yang harus dipersiapkan sekaligus membentuk mental serta kesiapan para mahasiswa agar dapat menjadi jurnalis profesional kelak. Di akhir diskusi, ketiga jurnalis senior ANTV ini pun menjabarkan kesuksesan program-program berita ANTV yang mendukung ANTV menjadi televisi yang berhasil meduduki peringkat pertama di pertelevisian Indonesia saat ini serta bagaimana persaingan televisi dengan media sosial saat ini.

Penulis: Rose Malia Riskani

Berita Terkini

Prestasi

Kuliah Umum & Kunjungan Perusahaan

"Big Leap To The Real Experience!"