(function(i,s,o,g,r,a,m){i['GoogleAnalyticsObject']=r;i[r]=i[r]||function(){ (i[r].q=i[r].q||[]).push(arguments)},i[r].l=1*new Date();a=s.createElement(o), m=s.getElementsByTagName(o)[0];a.async=1;a.src=g;m.parentNode.insertBefore(a,m) })(window,document,'script','https://www.google-analytics.com/analytics.js','ga'); ga('create', 'UA-33635146-1', 'auto'); ga('send', 'pageview');

Jakarta (22/4/2017) - Metode pembelajaran yang diterapkan oleh Prodi Ilmu Komunikasi Universitas Bakrie menuntut mahasiswanya untuk berpikir kreatif. Didukung dengan kegiatan praktik di setiap mata kuliah, mahasiswa dapat mengeksplorasi kemampuan diri lebih dalam. Hasil kreatifitas dari kegiatan praktik tersebut, diaplikasikan pada kegiatan perlombaan baik internal maupun eksternal Universitas Bakrie. Tak jarang mahasiswa Prodi Ilmu Komunikasi berhasil mendapatkan gelar juara dalam kegiatan perlombaan, salah satunya pada acara I-Create yang dilaksanakan Jumat (21/4/2017).

I-Create merupakan salah satu bentuk apresiasi dan partisipasi dari Departemen Pendidikan Badan Eksekutif Mahasiswa Universitas Bakrie (BEM-UB) dalam mensosialisasikan entrepreneurship yang dikemas dalam tema kreatifitas kepada generasi muda Indonesia. Tema I-Create 2017 adalah Phenomenally Viral yang dimana dalam kegiatannya terdapat tiga sub acara pertama Creative Training Talk yang merupakan workshop tentang pembuatan film. Kedua, Creative Shoot Competion (Crescomp) yang merupakan perlombaan membuat film pendek. Yang terakhir adalah Festiviral yang merupakan acara puncak dari I-Create 2017.

Salah satu dari 12 tim yang mengikuti Crescomp pada acara I-Create adalah Media Club UB dan juga Newbie Production yang merupakan mahasiswa angkatan 2014 Prodi Ilmu Komunikasi. Dan tanpa di sangka-sangka Media Club UB berhasil meraih gelar juara 2 dalam acara Crescomp dengan judul film pendek “Terabaikan”. 

Film dengan percampuran genre drama, fantasi, romance dan slice of life ini mengisahkan tentang seorang anak yang tumbuh besar tanpa sosok seorang ayah. Selama perjalanan hidupnya ternyata anak kecil tersebut ditemani oleh roh misterius yang sudah ada bersamanya sejak kecil. Seiring berjalannya waktu akhirnya anak kecil itu baru menyadari bahwa roh misterius yang menemaninya itu adalah sosok yang paling penting dalam hidupnya yaitu ayahnya.

Alur cerita yang dikemas menarik berhasil membuat ke enam juri Crescomp terpukau. Ke enam juri tersebut terdiri dari para pelakon industri perfilman Indonesia yaitu pertama Firman Syah yang merupakan director dari film “Ketika Mas Gagah Pergi” dan “Dalam Mihrab Cinta”. Kedua ada Hilman Mutasi yang merupakan penulis naskah atau script writer dari “Tetangga Masa Gitu” dan film “5 CM”. Ketiga ada Aditya Gumay yang merupakan director dari “Emak Ingin Naik Haji” dan “Rumah Tanpa Jendela”. Keempat ada Yunus Pasolang yang menjadi cinematographer dari “Warkop DKI Reborn” dan “Headsot”. Kelima ada Arly Zainsty yang merupakan Film Documenter Director, serta yang terakhir adalah Pandit Sumawinata yang merupakan Start Up Mentor dan Short Movie Producer.

Kemenangan yang di raih oleh Media Club tentunya disambut gembira oleh para anggota tim yang terdiri dari Anak Agung Arke dan Kanda Setiawan sebagai script writer, Egi Chaerizky N sebagai director sekaligus soundman, Hazismalyadi sebagai camera person 1 dan Lintang Pratama sebagai camera person 2 sekaligus editor.

“Alhamdulillah kita seneng banget. Karena awalnya kita engga nyangka bisa menang juara 2 juga, karena awalnya kita emang pingin coba-coba aja ikut lomba film. Eh taunya Alhamdulilah dikasih bonus juara juga,” ujar Lintang, Sabtu (22/4/2017).

Giraldi (kedua dari kiri) saat mendapatkan sertifikat Best Camera Action di I-Create 2017

Selain Media Club UB, Newbie Production mengikuti Crescomp dengan judul film “2000’s”. Film ini mengisahkan fenomena yang terjadi saat ini tentang penggunaan gadget secara berlebihan. Gadget merupakan salah satu benda yang kini menjadi hal yang wajib dibawa dan digunakan sepanjang hari tanpa kenal waktu. Penggunaannya sering kali membuat manusia lupa akan kegiatan bersosialisasi di dunia nyata. Pengambilan gambar yang baik dan juga alur yang menarik membuat film ini berhasil meraih juara dalam katagori Best Camera Action.

Newbie Production yang beranggotakan Giraldi Gumelar, Rizqy Nur Amalia, Asri Puspa, Dhea Aptarina dan Farhandhika Alamsyah juga turut mengungkapkan kegembiraannya atas prestasi yang mereka raih.

“Saya dan tim seneng banget bisa dapet best camera action. Ini pertama kalinya tim saya ikut lomba short film dan langsung mendapatkan gelar best camera action. Ini awal dari memulai segalanya bagi tim saya,” ungkap Giraldi (22/4/2017)

Para crew Media Club UB bersama pemeran dari film Terabaikan

Prestasi yang diraih oleh Media Club UB dan Newbie Production tentunya menjadi kebanggan bagi Prodi Ilmu Komunikasi. Hal ini menunjukkan bahwa kemampuan dari mahasiswa Prodi Ilmu Komunikasi memiliki kualitas yang baik dan tidak kalah saing dengan komunitas ataupun mahasiswa dari kampus lainnya.

“Ilmu yang didapat dalam perkuliahan, experience yang didapat pada perkuliahan membuat mereka memiliki kompetensi. Segala materi yang ada di perkuliahan bisa mendorong mereka untuk melakukan hal yang real di kehidupan nuata,” ujar Bu Mirana, Sekretaris Prodi Ilmu Komunikasi (22/4/2017).

 

 

Penulis : Viviet Sandra Bailussy

Berita Terkini

Prestasi

Kuliah Umum & Kunjungan Perusahaan

"Big Leap To The Real Experience!"