(function(i,s,o,g,r,a,m){i['GoogleAnalyticsObject']=r;i[r]=i[r]||function(){ (i[r].q=i[r].q||[]).push(arguments)},i[r].l=1*new Date();a=s.createElement(o), m=s.getElementsByTagName(o)[0];a.async=1;a.src=g;m.parentNode.insertBefore(a,m) })(window,document,'script','https://www.google-analytics.com/analytics.js','ga'); ga('create', 'UA-33635146-1', 'auto'); ga('send', 'pageview');

Setelah menempuh perjalanan panjang mengikuti seluruh rangkaian kegiatan Youth Leadership Academy for Sustainable Development (YOUth4Dev) Indonesia 2017 sejak bulan April lalu, Ramdani Ramadhan, Mahasiswa Ilmu Komunikasi Universitas Bakrie 2013, dipercaya untuk membacakan Indonesia Youth for Sustainable Development Declaration 2017 di @america, Pacific Place, Jakarta Selatan.

Pembacaan Indonesia Youth for Sustainable Development Declaration 2017 ini merupakan salah satu rangkaian acara dari kegiatan YOUth4Dev: Celebrating International Youth Day yang merupakan malam inaugurasi dari seluruh rangkaian YOUth4Dev 2017 setelah para delegates dari setiap provinsi di Indonesia berhasil mengimplementasikan proyek yang dibuatnya sekaligus memperingati Hari Pemuda Internasional pada Sabtu (12/8/2017).

Ramdani Ramadhan, Ilmu Komunikasi 2013, menghadiri YOUth4Dev: Celebrating International Youth Day di @america, Pacific Place, Jakarta Selatan pada Sabtu (12/8/2017)

Ramdani sendiri merupakan salah satu peserta yang berhasil lolos menjadi delegates DKI Jakarta dalam kegiatan yang disponsori oleh U.S Embassy Jakarta dan YSEALI ini. Keberhasilan Ramdani ini membuatnya berhasil untuk turut serta mengikuti boot camp di Semarang pada 3-7 Mei 2017 dan berkumpul bersama 33 delegates dari provinsi lainnya untuk bersama mencari solusi-solusi yang tepat untuk perkembangan yang berkelanjutan di Indonesia dengan mengemukakan permasalahan-permasalahan di daerahnya masing-masing. Dari boot camp ini maka terbentuklah Indonesia Youth for Sustainable Development Declaration 2017 dengan menyimpulkan semua isu menjadi enam isu utama yang terdiri dari Sustainable Tourism; Intolerant; Poverty to Prosperity; Sexual Reproductive Health And Rights; Quality, Equally, Equity Education, dan Climate Change dilengkapi dengan penyelesaiannya.

Ramdani bersama beberapa delegates lainnya membacakan Indonesia Youth for Sustainable Development Declaration 2017.

“Pembentukan deklarasi ini juga cukup rumit saat itu karena harus menyatukan 34 kepala dengan isu berbeda du setiap daerahnya, lalu disimpulkan menjadi 6 isu ini.” ujar Ramdani.

Pada saat boot camp, Ramdani membawa isu kriminalitas, equality, lingkungan, dan equally education sebagai permasalahan yang ada di Jakarta. Untuk menyelesaikan masalah-masalah yang dikemukakan pada saat boot camp dan berlandaskan solusi yang dimuat pada deklarasi yang telah dibuat, setiap delegates membuat suatu proyek yang harus diimplementasikan di daerah masing-masing yang diharapkan dapat membantu menyelesaikan permasalahan tersebut. Untuk itu, Ramdani membuat proyek yang bernama Heroes Project dengan tema “An Empowerment Program of Youth Community in Jakarta Through Entrepreneurship and Capacity Building Skill.”


Ramdani bersama delegates lain yang berkesempatan untuk mempresentasikan proyek yang mereka implementasikan di daerah masing-masing.

Heroes Project merupakan program pemberdayaan pemuda yang mengajak pemuda untuk belajar mengenai kewirausahaan dalam mengolah kembali barang-barang di sekitar yang tidak terpakai agar berguna kembali dan sekaligus dapat membantu menjaga kelestarian lingkungan. Proyek ini berhasil diimplementasikan pada 5, 6, dan 13 Agustus 2017 lalu di daerah Pademangan Barat, Jakarta Utara. Pada peringatan Hari Pemuda Internasional yang diselenggarakan di @america ini, Ramdani pun menjadi lima delegates yang diundang untuk mempresentasikan hasil implementasi Heroes Project.

Berita Terkini

Prestasi

Kuliah Umum & Kunjungan Perusahaan

"Big Leap To The Real Experience!"