(function(i,s,o,g,r,a,m){i['GoogleAnalyticsObject']=r;i[r]=i[r]||function(){ (i[r].q=i[r].q||[]).push(arguments)},i[r].l=1*new Date();a=s.createElement(o), m=s.getElementsByTagName(o)[0];a.async=1;a.src=g;m.parentNode.insertBefore(a,m) })(window,document,'script','https://www.google-analytics.com/analytics.js','ga'); ga('create', 'UA-33635146-1', 'auto'); ga('send', 'pageview');

Dalam menyelesaikan studi di jenjang perkuliahan, mahasiswa akan dihadapi dengan tugas akhir yang harus dikerjakan sebagai salah satu syarat kelulusan. Di Program Studi Ilmu Komunikasi Universitas Bakrie, tugas akhir tidak hanya dapat berupa skripsi saja, melainkan ada pula Tugas Karya Akhir (TKA).

Mahasiswa nantinya diberikan kebebasan untuk memilih apa yang akan dikerjakan sebagai tugas akhirnya. Membuat TKA tidak jauh berbeda seperti membuat skripsi. Skripsi dilakukan dengan melakukan penelitian yang hasilnya dimuat dalam bentuk tulisan karya ilmiah, sedangkan pada TKA mahasiswa akan membuat suatu karya atau proyek yang terlebih dahulu dibuat perancangannya serta diimplementasikan secara praktikal yang berkaitan dengan bidang keilmuan lalu dibuat aporan dalam bentuk tulisan karya ilmiah. 

TKA ini sering pula menjadi pilihan mahasiswa yang tidak ingin terlalu berat melakukan penelitian sekaligus ingin melakukan sesuatu yang praktikal sesuai dengan bidang keilmuan dan keprofesiannya. Salah satunya adalah Ramdani Ramadhan, mahasiswa Ilmu Komunikasi Universitas Bakrie 2013, yang membuat TKA dengan merancang sebuah proyek bernama Heroes Project yang telah berhasil diimplementasikan pada 5, 6, dan 13 Agustus 2017 lalu. Heroes Project merupakan program pemberdayaan pemuda yang mengajak pemuda untuk belajar mengenai kewirausahaan dalam mengolah kembali barang-barang di sekitar yang tidak terpakai agar berguna kembali dan sekaligus dapat membantu menjaga kelestarian lingkungan.

Para Pemuda dari wilayah sekitar Pademangan Barat sedang mempelajari kewirausahaan dengan tim Eccoportunity dari Ilmu Komunikasi UB.

Kegiatan Heroes Project ini di lakukan sebagai program Corporate Social Responsibility PT Pembangunan Jaya Ancol yang dilaksanakan di Bengkel Kreatifitas, Pademangan Barat, Jakarta Utara. Pada awalnya, Heroes Project ini bukanlah proyek yang sengaja dibuat sebagai TKA oleh Ramdani. Sekitar bulan April 2017 lalu, Ramdani berhasil lolos sebagai peserta yang mewakili provinsi DKI Jakarta pada kegiatan YOUth4Dev Indonesia yang diorganisir oleh alumni YSEALI Academic Fellow on Civic Engagement at University of Nebraska, Omaha – Fall Institute 2015dengan sponsor dari U.S Embassy Jakarta dan YSEALI. Kegiatan YOUth4Dev ini merupakan gerakan anak muda yang mewakili 34 provinsi di Indonesia untuk menciptakan kesadaran akan Sustainable Development Goals (SDG’s) untuk mengembangkan keterampilan anak muda.

“Sebenarnya tidak terduga juga awalnya kalau ini akhirnya menjadi TKA saya. Saat itu saya sudah mulai mencari jurnal ilmiah untuk membuat skripsi, sempat ingin membuat TKA tapi bukan Heroes Project ini. Awalnya tidak ada niatan menjadikan ini sebagai TKA, tapi pada saat saya lolos dan cerita ke Dosen Pembimbing saya, beliau menyarankan untuk sekalian menjadikan ini sebagai TKA.” ujar Ramdani.

Berkaitan dengan YOUth4Dev, maka isu yang diangkat dalam Heroes Project pun berkaitan dengan isu youth unpolyement dalam menghadapi bonus demografi di mana jumlah manusia dengan usia produktif akan meningkat drastis pada tahun 2025-2030. Oleh karena itu, Heroes Project dibuat untuk membangun keterampilan dan memberikan pengetahuan bagi pemuda agar menjadi individu yang siap untuk bekerja nantinya.

“Saya ingin, paling tidak, menimalisir youth unemployement serta mempersiapkan bonus demografi ini. Harapannya, setelah Heroes Project ini, pemuda-pemuda di kawasan Pademangan Barat yang diajarkan ini akan direkrut Ancol untuk bekerja di Panda Mobile (mobil edukasi lingkungan milik Ancol) sebagai Kakak Tutor.” ujar mahasiswa Corporate Communication ini.

Ramdani menjelaskan bahwa pemuda-pemuda ini pun diajarkan kewirausahaan untuk menginspirasi mereka agar para pemuda ini nantinya dapat membuka usaha, seperti merchandise, yang nantinya dapat dijual ke Ancol. Heroes Project bekerja sama dengan PT Pembangunan Jaya Ancol karena sebagai mahasiswa Corporate Communication, Ramdani harus bisa mengimplementasikan proyeknya ini dengan mengaitkannya pada program perusahaan. Oleh karena itu, Ramdani memilih untuk bekerja sama dengan PT Pembangunan Jaya Ancol dengan mengajukan kegiatan ini sebagai salah satu kegiatan yang mendukung program CSR PT Pembangunan Jaya Ancol dan dilaksanakan di Pademangan Barat yang juga merupakan wilayah dampingan PT Pembangunan Jaya Ancol.

Ramdani (kanan bawah) bersama perwakilan pihak-pihak yang terlibat dan juga pemuda-pemuda Pademangan Barat.

Perjalanan panjang pun dilalui oleh Ramdani, mulai dari melakukan perancangan proyek, melakukan riset lokasi implementasi proyek, membuat proposal serta melakukan lobi dan negosiasi dengan PT Pembangunan Jaya Ancol, melakukan persiapan implementasi proyek, hingga akhirnya berhasil mengimplementasikan proyek ini. Selain didukung oleh PT Pembangunan Jaya Ancol, Heroes Project juga didukung oleh beberapa pihak, seperti beberapa mahasiswa Universitas Bakrie sebagai volunteer, komunitas Teens Go Green dari Ancol sebagai pengajar dalam bidang pelestarian lingkungan, dan tim Eccoportunity yang beranggotakan beberapa mahasiswa Marketing Communication yang menjelaskan dan membimbing workshop tentang kewirausahaan kepada pemuda-pemuda yang mengikuti Heroes Project ini. Saat ini, Ramdani pun telah merampungkan laporan TKA-nya yang berjudul Rancangan dan Implementasi Program Community Development Heroes Projectsebagai CSR PT Pembangunan Jaya Ancol.

Berita Terkini

Prestasi

Kuliah Umum & Kunjungan Perusahaan

"Big Leap To The Real Experience!"