Dosen Ilmu Komunikasi Universitas Bakrie Citra Dyah Prastuti meraih penghargaan untuk keberanian dalam jurnalisme yang diberikan oleh Yayasan Pantau, sebuah organisasi yang bekerja di bidang riset dan pelatihan jurnalisme sejak 1999.

Melalui riset dan pelatihan, Yayasan Pantau bertujuan mendorong perbaikan mutu jurnalisme di Indonesia melalui program pelatihan wartawan, konsultan media, riset, penerbitan, serta diskusi terbatas.

Penghargaan yang diraih oleh Citra adalah Penghargaan Oktovianus Pogau. Penghargaan yang diberikan untuk mengenang perjuangan seorang jurnalis yang juga merupakan aktivis HAM, Oktovianus Pogau yang lahir di Sugapa, pada 5 Agustus 1992. Dia meninggal di usia 23 tahun, pada 31 Januari 2016 di Jayapura. Pogau seorang penulis sekaligus aktivis yang menggunakan kata-kata untuk berdiskusi dan mengasah gagasan-gagasan politiknya.

Citra Dyah Prastuti mengampu mata kuliah Siaran Berita pada peminatan Komunikasi Media Massa di Universitas Bakrie. Citra memulai karir sebagai reporter di KBR sejak 2002. Dia ikut meliput di Aceh ketika operasi militer dilancarkan dari Jakarta pada 2003. Citra terlibat liputan atau menugaskan peliputan banyak peristiwa pelanggaran hak asasi manusia di Indonesia. Dari mulai kasus 66, pembunuhan Munir Thalib, diskriminasi terhadap Ahmadiyah sampai penutupan gereja-gereja.

Juri penghargaan ini terdiri dari Alexander Mering (Gerakan Jurnalisme Kampung di Kalimantan Barat, Pontianak), Coen Husain Pontoh (Indo Progress, New York), Made Ali (Jikalahari, Pekanbaru), Yuliana Lantipo (Jubi, Jayapura) dan Andreas Harsono. Para juri menilai Citra Dyah Prastuti memiliki keberanian dalam menjaga editorial KBR.

KBR adalah penyedia konten berita berbasis jurnalisme independen yang berdiri sejak 1999. Dengan dukungan reporter dan kontributor terbaik di berbagai kota di tanah air dan Asia, produk KBR telah digunakan lebih dari 500 radio di Nusantara dan 200 radio di Asia dan Australia.

Berita Terkini

Prestasi

Kuliah Umum & Kunjungan Perusahaan

"Big Leap To The Real Experience!"