(function(i,s,o,g,r,a,m){i['GoogleAnalyticsObject']=r;i[r]=i[r]||function(){ (i[r].q=i[r].q||[]).push(arguments)},i[r].l=1*new Date();a=s.createElement(o), m=s.getElementsByTagName(o)[0];a.async=1;a.src=g;m.parentNode.insertBefore(a,m) })(window,document,'script','https://www.google-analytics.com/analytics.js','ga'); ga('create', 'UA-33635146-1', 'auto'); ga('send', 'pageview');

Jakarta (1/4)-Masih ingat dengan iklan Dancow dengan slogan "Aku dan Kau suka Dancow”? Iklan yang muncul di tahun 90-an ini masih melekat dalam ingatan kita, iklan ini sempat menjadi iklan favorit pilhan pemirsa selama dua tahun berturut-turut pada masa itu. Iklan ini dibuat oleh Fortune Indonesia untuk Nestle pada tahun 1994.

Dibalik kesuksesan itu, siapa sangka di awal berdirinya Fortune Indonesia sempat mengalami krisis organisasi yang mengakibatkan Fortune Indonesia terlilit hutang, sempat selama satu bulan para pekerja di Fortune Indonesia (mulai dari Direksi hingga staff) tidak menerima gaji, dan karyawan banyak yang mengalami tidak percaya diri (PD) untuk bersaing di kancah periklanan. Namun itu semua tidaklah menyurutkan semangat Fortune Indonesia untuk tetap bertahan dan terus berkreasi. Terbukti sampai saat ini, selama 45 tahun Fortune Indonesia tetap ada dan menjadi satu-satunya perusahaan periklanan/public relations yang sahamnya tercatat di Bursa Efek Indonesia. Lalu, apa yang yang menjadikan mereka keluar dari kesulitan? Tak lain adalah semangat hajar yang bergelora di setiap warga Fortune Indonesia. Semangat untuk melakukan sesuatu (can do / kendu). Penggalan cerita di atas disaksikan mahasiswa Ilmu Komunikasi dan Ilmu Teknologi Pangan melalui film dokmenter Hajar, pada acara Guest Lecture pada Rabu, 1 April 2015. Selain pemutaran film dokumenter tersebut, Ekananta Joesoepadi, Innovation & Business Development Director Fortune Indonesia berbagi pengalaman kepada mahasiswa tentang semangat Fortune Indonesia untuk tetap eksis. Menurut Eka, dalam semangat kendu, ada tiga hal penting yang perlu dilakukan yaitu know more than other, work more than other, expect less than other. Ekananta juga berbagi pengalaman tentang pentingnya memiliki mimpi untuk mencapai sukses. “Mimpi menjadi dasar kita untuk maju, tapi itu tidak cukup, harus disertai oleh goal-directed, well-roganized behavior, dan kemampuan hardskill dan softskill,” tambah Ekananta. Ekananta juga menekankan tidak ada salahnya menjadi seorang karyawan, tapi akan lebih baik lagi bila mahasiswa bila lulus nanti bisa membuka lapangan pekerjaan yang baru, karena being entrepreneur is neither a part-time or full-time job, it’s a lifestyle and being entrepreneurs will replace I Wish with I Will. Acara guest lecture ditutup dengan sesi tanya jawab, penyerahan sertifikat dan foto bersama. Menurut M Ikhsan Aprido (Ilkom, 2012), guest lecture tersebut membuka pikiran tentang perjalanan industri periklanan di Indonesia dan membuat mahasiswa semakin tertantang untuk bertarung/ berkompetisi di dunia marketing communication.  Sangat inspiratif dan membuka jiwa usaha.


Mirana Hanathasia, MMediaPrac, dosen Ilkom dan Moderator dan Ekananta JoeseoepadiMirana Hanathasia, MMediaPrac, dosen Ilkom dan Moderator dan Ekananta Joeseoepadi

Berita Terkini

Prestasi

Kuliah Umum & Kunjungan Perusahaan

Berita Lainya

"Big Leap To The Real Experience!"