(function(i,s,o,g,r,a,m){i['GoogleAnalyticsObject']=r;i[r]=i[r]||function(){ (i[r].q=i[r].q||[]).push(arguments)},i[r].l=1*new Date();a=s.createElement(o), m=s.getElementsByTagName(o)[0];a.async=1;a.src=g;m.parentNode.insertBefore(a,m) })(window,document,'script','https://www.google-analytics.com/analytics.js','ga'); ga('create', 'UA-33635146-1', 'auto'); ga('send', 'pageview');

Himpunan Mahasiwa Teknik informatika (HMTIF) Universitas Bakrie pada 20 Maret minggu lalu menyelenggarakan acara bernama Compiler 2016 yang merupakan singkatan dari Computing and Programming with Logic and Creativity.

 

Mengusung tema “Build Youth Creativity through Games”, acara tahunan yang terbuka untuk siswa sekolah dan kalangan umum ini digelar di ruangan Universitas Bakrie dengan menampilkan sederet pembicara yang aktif berkutat di industri game Indonesia. Pembicara tersebut antara lain seperti Wisnu Sanjaya (CEO Cody’s App Academy), Adam Ardisasmita (CEO dan Co-founder Arsanesia), serta Garybaldy Wibowo dari Nightspade.

Seminar pertama dimulai oleh pembicara Wisnu Sanjaya yang sebelumnya juga pernah bernaung di studio Altermyth, salah satu studio game tertua di Indonesia. Pria yang membidani kelahiran lembaga pendidikan coding game untuk anak-anak bernama Cody’s App Academy ini membagikan beberapa ilmu bermanfaat seputar strategi membangun tim game development dan pentingnya belajar pemrograman komputer sejak usia dini.

Setelah sesi pertama selesai, seminar kedua dilanjutkan Adam Ardisasmita dengan pembahasan topik yang lebih mendasar seputar peran masing-masing anggota tim developer game serta upaya mempertahankan kearifan budaya lokal ke dalam konten sebuah game. Dalam presentasi yang sama, Adam juga membagikan kisah inspiratif seputar bagaimana masa-masa kuliah bisa menjadi waktu yang ideal untuk memulai jiwa entrepreneurship di usia muda.

Sesi seminar dalam Compiler 2016 kemudian diakhiri oleh Garybaldy Wibowo dari Nightspade yang membawakan materi seputar model pengembangan game dan jenis-jenisnya, seperti B2C (business to consumer) dan B2B (business to business). Setelah seluruh materi seminar selesai dipresentasikan, Compiler 2016 kemudian diakhiri penjurian desain poster yang dilombakan jauh hari sebelum acara dimulai.

Melihat jumlah peserta seminar yang tidak sedikit, saya rasa kegiatan seminar tentang industri kreatif seputar game memiliki magnet yang kuat bagi kalangan muda, khususnya mereka yang memiliki latar belakang programing dan teknik informatika. Harapan saya dengan semakin banyaknya acara semacam ini ke depannya akan tumbuh benih-benih pelaku baru yang akan meregenerasi industri game tanah air.

Written by Risky Maulana. Source: (https://id.techinasia.com/mahasiswa-universitas-bakrie-adakan-seminar-tentang-game)

Berita Terkini

Testimoni

Kuliah Umum & Kunjungan Perusahaan

Berita Lainya