(function(i,s,o,g,r,a,m){i['GoogleAnalyticsObject']=r;i[r]=i[r]||function(){ (i[r].q=i[r].q||[]).push(arguments)},i[r].l=1*new Date();a=s.createElement(o), m=s.getElementsByTagName(o)[0];a.async=1;a.src=g;m.parentNode.insertBefore(a,m) })(window,document,'script','https://www.google-analytics.com/analytics.js','ga'); ga('create', 'UA-33635146-1', 'auto'); ga('send', 'pageview');

Sidebar

Jakarta (16/11)-Program Studi Manajemen mengadakan Guest Lecture yang bertajuk “Happiness at Work”, bertempat di Ruang 1 dan 2 Universitas Bakrie, guest lecture tersebut mengundang Ibu Indira Abidin yang merupakan Chief Happiness Officer Fortune Indonesia Tbk. bertindak sebagai moderator Dosen Prodi Manajemen M. Taufiq Amir, SE., MM., Ph.D.

Ibu Indira yang telah berpengalaman puluhan tahun sebagai seorang trainer di bidang Motivation and business skill berbagi mengenai bagaimana mengatur happiness yg sudah ada pada saat menjadi mahasiswa dan memelihara perasaan tersebut dengan baik ketika masuk ke dalam dunia kerja dengan menekankan bahwa kebahagiaan itu datangnya dari hati, sambil menayangkan video-video yang menginspirasi yang menampilkan tokoh-tokoh yang inspiring seperti Helen Keller dan Nick Vuijicic mahasiswa diajak untuk selalu bersyukur atas kehidupan yang dimiliki. Happiness itu karena kita tahu kita bersyukur, mensyukuri hidup, tambahnya lagi. Mrs Indira Abidin yang pernah terkena kanker, bercerita beliau selalu melakukan self coaching pada dirinya. Memulai self coaching tidaklah sulit, caranya bisa dimulai dari hal-hal kecil seperti watch your words (berdamai dengan keadaan, tidak mudah marah atau emosi), self coach, tanyakan kepada diri sendiri terlebih dahulu kalau Tuhan yg sangat mencintai saya mengijinkan ini terjadi pada saya, kasih Tuhan yang mana yang sedang dialirkan kepada saya. Salah satunya dengan berIbadah, mendekatkan diri kepada Tuhan dengan cara bersyukur, mensyukuri segala karunia yang telah diturunkan oleh-Nya kepada kita. Happiness at work bisa dicapai bila kita menerapkan 7 habits of highly effective people: proactive not reactive, begins with the end in mine, first thing first, think win win, listen and understand first, synergy, sharpen the saw. The 8th habit: The voice, kita harus bisa menyuarakan hal-hal yang positif, seperti meng-encourage people. Selain itu bila seseorang menghargai pekerjaannya dia akan mengatur ritme pekerjaannya dengan baik. Leader juga merupakan factor penting dalam sebuah organisasi. Leader perlu mengetahui keadaan  timnya seperti apa, mendalami masing-masing individu sehingga bisa meng ‘coach’ setiap anggota timnya. Perusahaan memang tidak bisa menjamin kebahagiaan setiap pegawainya tetapi bisa menciptakan suasana yang bikin employee feel happy. Yang sering terjadi adalah Bos hanya memberikan  instruksi tapi tidak memberikan feedback. Berikut langkah-langkah menjadi good leader: 1. Trust everyone is OK ·         Build a coaching goals ·         Set goals ·         Open your team eyes ·         Inspire ·         Commit 2. Communicate well ·         Well informed employees ·         More engaged ·         Happier ·         Ambassadors 3. Empower ·         Brand ambassador ·         Brand advocates ·         Social media policy       “No matter where you starts but where you are going to finish.” (Nick Vujicic)

Berita Lainya