(function(i,s,o,g,r,a,m){i['GoogleAnalyticsObject']=r;i[r]=i[r]||function(){ (i[r].q=i[r].q||[]).push(arguments)},i[r].l=1*new Date();a=s.createElement(o), m=s.getElementsByTagName(o)[0];a.async=1;a.src=g;m.parentNode.insertBefore(a,m) })(window,document,'script','https://www.google-analytics.com/analytics.js','ga'); ga('create', 'UA-33635146-1', 'auto'); ga('send', 'pageview');

Sidebar

Jakarta (26/9)-Universitas Bakrie, UBPreneurmengadakan pameran dan seminar yang bertajuk “Creative Business: Wujudkan Ide Bisnis Inovatif dan Kreatif Anda bersama UBPreneur”

acara ini terbuka untuk seluruh mahasiswa Universitas Bakrie. Pameran diadakan dengan menampilkan produk-produk dari tenant UBPreneur. Pameran ini berlangsung dari tanggal 24 September 2014 sampai 26 September 2014 yang bertempat di selasar Ruang 1 dan 2. Produk-produk yang ditampilkan oleh mahasiswa dibawah naungan UBPreneur ini sangat beragam, mulai dari produk makanan dan minuman (Stick Not, Philocoffee, Pempek Kapal Tanker, Banana Choco Flood), website online shopping (khalifamart.com) sampai dengan penyewaan peralatan berkemah (Hanada Madani). Selain pameran, diadakan juga seminar untuk seluruh mahasiswa UB yang ingin mempertajam jiwa berbisnisnya  yang bertajuk “Creative Business: Wujudkan Ide Bisnis Inovatif dan Kreatif Anda bersama UBPreneur”.


Seminar ini mengundang tiga pembicara yang telah berhasil membesarkan usahanya, salah satunya adalah dosen Universitas Bakrie yang juga seorang wirausaha dan Kepala Lembaga Pengabdian Kepada Masyarakat (LPKM)  Dr. Ir. Didit Herawan, MBA, Komisaris PT Business Opportunity Indonesia, Bapak Tri Rahardjo dan Bapak Muadzin Jihad, Pemilik Ranah Kopi. Memulai acara seminar tersebut, Pak Tri Rahardjo memberikan kiat-kiat kepada mahasiswa mengenai bagaimana memulai usaha sejak dari mahasiswa, Pak Tri yang juga seorang Praktisi Bisnis, Penulis & Trainer Bisnis mengatakan berawal dari sebuah ide, ide tersebut  bisa mengubah nasib hidup seseorang asalkan orang tersebut memiliki kemauan dan mau belajar untuk mengembangkan ide tersebut dan juga memiliki pola pikir seperti seorang businessman. Memulai sebuah usaha itu harus dipikirkan target berupa pendapatan dan profit yang dicapai, kemudian bagaimana cara untuk dapat mencapai target tersebut, pelaksanaan perencanaan mencapai target dan melakukan evaluasi dan juga perbaikan hingga perusahaannya dapat berkembang dengan pesat.

Sementara itu, pembicara kedua Bapak Muadzin Jihad lebih menekankan betapa ‘passion’ itu penting dalam kehidupan. Pak Muadzin yang memiliki latar belakang sebagai seorang sarjana Teknik Elektro  mengatakan mayoritas manusia tidak benar-benar hidup yang dimaksud hidup di sini adalah manusia yang hatinya hidup, manusia yang berani hidup dalam impian yang dia angankan sejak lama, manusia yang memberanikan diri mengambil keputusan demi mengikuti panggilan hatinya tidak sekadar menjalani rutinitas. Mengutip @tonyrobbins via D. Bocari “If life is short, why do we do so many things we don’t like and like so many things we don’t do? What if we reversed this? “ . Karena itu beliau menjalankan  dunianya sebagai seorang karyawan perusahaan asing bidang engineering oil and gas  sembari menggeluti bidang bisnis, dari mulai bisnis MLM, Fotografi dan kini telah memetik hasilnya lewat perusahaan Ranah Kopi, yang salah satu produknya adalah Semerbak Coffee, sebagai tandingan dari sebuah merk internasional namun dengan harga lebih terjangkau. Pesan moral yang dapat dipetik dari beliau adalah, kita tidak perlu menguasai semua mata kuliah, tetapi kuasailah yang kita sukai, dan yang akan kita jadikan dasar dalam pekerjaan. Atau dalam kehidupan nyata : kita tidak perlu menguasai semua bidang, tetapi kuasailah dan dalamilah passion kita atau sesuatu yang kita jadikan dasar dalam pekerjaan. Pembicara yang terakhir Bapak Didit Herawan menegaskan bahwa Creative Business = Sustainable Business. Beliau juga mengenalkan istilah ‘Lemonade’ mengambil salah satu framework dari Saras D. Sarasvathy dalam dunia entrepreneur yang artinya bila orang melemparkan buah Lemon, jangan langsung tersinggung melainkan sebagai seorang yang memiliki jiwa seorang entrepreneur jadikanlah lemon tersebut sirup lemon dan kemudian dijual, filosofi ini bersinergi dengan entrepreneurship, innovation and creativity.  

Berita Lainya