JA Biz - шаблон joomla Видео

Berita

Prestasi

Guest Lecturer & Field Trip

Guest Lecture Bersama Dino Patti Jalal: “The Challenge of Independent and Active Diplomacy in Changing World”

Program Hubungan Internasional Universitas Bakrie menggelar acara seremoni penandatangan MoU antara Universitas Bakrie dengan FPCI (Foreign Policy Community of Indonesia) dengan mengadakan guest lecture yang mengusung tema “The Challenge of Indepedent and Active Diplomacy in Changing World” yang menghadirkan mantan Duta Besar (Dubes) Indonesia untuk Amerika Serikat (AS), Dr Dino Patti Jalal.

Selengkapnya...

Bupati Bojonegoro, Kang Yoto Berbagi Rahasia Sukses Transformasi Bojonegoro Menuju Good and Clean Governance dengan Mahasiswa UB

Jakarta (2/6)-Mahasiswa Universitas Bakrie mendapatkan kesempatan berharga untuk dapat berbagi ilmu dari Drs. Suyoto M.Si. atau yang akrab disapa Kang Yoto, Bupati Bojonegoro yang berhasil merubah wajah pemerintahan atau transformasi Bojonegoro menuju Good and Clean Governance. Bertempat di ruang 1 dan 2 Universitas Bakrie, Studium Generale dihadiri oleh civitas akademika FEIS UB.

Selengkapnya...

Posisi dan Strategi Indonesia dalam Menghadapi Dinamika Ekonomi-Politik Global

Jakarta (18/5)- Mengusung tema “Berlayar Mengarungi Ketidakpastian Global Krisis Ekonomi di Indonesia” Staf Khusus Wapres RI Bidang Ekonomi Wijayanto, MPP mengawali Kuliah Umum dengan mengulas sejarah perubahan wajah ekonomi atau pemetaan bergeser dari industrialis menjadi komoditas, ditandai dengan krisis moneter yang pada puncaknya tragedi 1998.

Selengkapnya...

H.E. Mr. Bradley Armstrong Speaks Bilateral Relations Between Australia and Indonesia at Universitas Bakrie

Jakarta (6/11)- Eksekusi terhadap ‘Bali Nine’ terpidana mati pengedar narkoba Andrew Chan dan Myuran Sukumaran di Indonesia memicu kemarahan publik di Australia. Mengingat kedekatan geografis, eksekusi dari Andrew Chan dan Myuran Sukumaran bisa berlanjut dan semakin mempersulit hubungan diplomatik antara Jakarta dan Canberra. Demikian juga, klaim bahwa Presiden Indonesia Joko Widodo tidak memberikan pertimbangan permohonan grasi kedua pria seperti yang dipersyaratkan oleh hukum, dikhawatirkan mengganggu hubungan bilateral kedua negara.

Selengkapnya...