(function(i,s,o,g,r,a,m){i['GoogleAnalyticsObject']=r;i[r]=i[r]||function(){ (i[r].q=i[r].q||[]).push(arguments)},i[r].l=1*new Date();a=s.createElement(o), m=s.getElementsByTagName(o)[0];a.async=1;a.src=g;m.parentNode.insertBefore(a,m) })(window,document,'script','https://www.google-analytics.com/analytics.js','ga'); ga('create', 'UA-33635146-1', 'auto'); ga('send', 'pageview');

Sidebar

Bertempat di Ruang 1-2, Program Studi Ilmu Politik Universitas Bakrie menyelenggarakan kuliah umum dengan mengundang Ganjar Pranowo, Selasa (18/6). Sebagaimana diketahui, Ganjar bersama pasangannya Heru Sudjatmoko adalah Gubernur Jateng terpilih 2013.  Ganjar Pranowo memberikan kuliah umum dihadapan mahasiswa dan Rektor dan Kepala Program Studi Ilmu Politik dengan tema “Memimpin Daerah di Era Otonomi” yang dimoderatori oleh dosen program studi Ilmu Politik, Andika Kurniawan, S.Sos, M.A

Ganjar mengawali kuliah umumnya dengan membeberkan kritik terhadap orde baru terutama dalam hal nepotisme, korupsi, arogansi aparat kepolisian dan militer pelanggaran HAM dan pembatasan hak berpolitik, sehingga mengakibatkan tuntutan-tuntutan dalam agenda reformasi termasuk yang digaris-bawahi oleh Ganjar adalah otonomi daerah seluas-luasnya. Salah satu yang dibahas oleh Ganjar adalah proses politik pemilihan kepala daerah, sesuai dengan Pasal 18 ayat (4) UUD RRI, yaitu Gubernur, Bupati, Walikota dipilih secara demokratis, sehingga pada masa kini siapapun bisa menyalonkan dirinya dari artis, politisi, sampai dengan pensiunan TNI/POLRI dan PNS, hal ini terkait dengan popularitas, mahal (high cost politic).

Otonomi daerah pasca reformasi menghasilkan beberapa hal yang positif dan juga negatif, hal-hal yang positif diantaranya Perda lebih responsif, eksistensi identitas lokal, perolehan dana daerah lebih memadai, dan efisiensi dalam pelayanan terhadap masyarakat, sementara itu hal yang negatif berkaitan dengan memunculkan ‘raja-raja’ kecil di daerah, desentralisasi KKN, isu separatisme dan trend pemekaran. Dengan menganut prinsip strong local leadership, Ganjar merubah paradigma lama yang dahulu pemimpin daerah harus berwibawa, sekarang menjadi merakyat, dulu hanya orientasi pada hal-hal prosedural kini berani mengambil keputusan dan lebih ber-orientasi pada substansi, kini wakil rakyat juga lebih sederhana dan membaur, lebih melayani dan responsive sesuai dengan kearifan lokal.

Penampilan Ganjar yang humoris dan jauh dari kesan formal memukau peserta kuliah umum. Ganjar mengenakan celana jeans dan sepatu kets tanpa kaus kaki. Gaya bicaranya cepat, lugas, dengan selipan joke di sana-sini.

Berita Lainya