(function(i,s,o,g,r,a,m){i['GoogleAnalyticsObject']=r;i[r]=i[r]||function(){ (i[r].q=i[r].q||[]).push(arguments)},i[r].l=1*new Date();a=s.createElement(o), m=s.getElementsByTagName(o)[0];a.async=1;a.src=g;m.parentNode.insertBefore(a,m) })(window,document,'script','https://www.google-analytics.com/analytics.js','ga'); ga('create', 'UA-33635146-1', 'auto'); ga('send', 'pageview');

Prodi Teknik Sipil dan Teknik Lingkungan berkolaborasi dalam sebuah kuliah umum yang terselenggara hasil kerjasama dengan BAPPEDA DKI Jakarta dengan menghadirkan Kepala BAPPEDA DKI Jakarta Ir. Tuty Kusumawati, MM sebagai narasumber membahas tentang Perencanaan Pembangunan Kota Jakarta.

Transparansi adalah moto yang diusung oleh Ibu Tuty "Bagaimana kita tetap lanjutkan penerapan e-budgeting agar semua anggaran transparan.” Beliau juga memaparkan blue print rencana pembangunan Jakarta selama setahun ke depan kepada semua peserta guest lecture yang hadir di Ruang 1 dan 2 Universitas Bakrie (2/11).

Ketua Program Studi Teknik Sipil Dr. Ade Asmi, ST, M.Sc., membuka dan menjadi moderator dalam acara Guest Lecture "Perencanaan Pembangunan Kota Jakarta"

Selain transparansi, Pemrov DKI juga sedang gencar-gencarnya mensosialisasikan inovasi pelayanan publik yaitu layanan terpadu satu pintu akses karena itu diberi istilah "Pelayanan Satu Kali Selesai" (one stop service), yaitu pelayanan yang bertujuan untuk meningkatkan kualitas pelayanan publik dan memberikan akses yang lebih luas kepada masyarakat untuk memperoleh pelayanan publik. Walaupun berbagai masalah masih mewarnai pelaksanaannya, tetapi Komitmen pemerintah untuk meningkatkan kualitas pelayanan publik semakin diperkuat dengan meluncurkan sebuah aplikasi yang sengaja dibuat oleh Pemerintah Provinsi (Pemprov) DKI Jakarta untuk dijadikan sebagai sarana pengaduan masyarakat yang bernama Qlue.

 Kepala BAPPEDA DKI Jakarta Ir. Tuty Kusumawati, MM sedang memaparkan Data Basis Perencanaan Pembangunan Jakarta

Wilayah Provinsi Daerah Khusus Ibukota Jakarta merupakan bagian kawasan strategis nasional maka perencanaan tata ruang, pemanfaatan ruang, dan pengendalian pemanfaatan ruang dilaksanakan secara terpadu dengan memanfaatkan berbagai disiplin ilmu yang ada, karena meliputi berbagai sektor yaitu sistem pusat kegiatan, sistem dan jaringan transportasi, sistem prasarana sumber daya air dan sistem serta jaringan utilitas perkotaan termasuk mitigasi bencana yang meliputi pemanfaatan dan pendayagunaan kawasan evakuasi bencana, pemanfaatan dan pengelolaan ruang pada kawasan rawan banjir, serta pengembangan sistem peringatan dini juga diatur dalam perencanaan tersebut.

 

Berita Lainya