(function(i,s,o,g,r,a,m){i['GoogleAnalyticsObject']=r;i[r]=i[r]||function(){ (i[r].q=i[r].q||[]).push(arguments)},i[r].l=1*new Date();a=s.createElement(o), m=s.getElementsByTagName(o)[0];a.async=1;a.src=g;m.parentNode.insertBefore(a,m) })(window,document,'script','https://www.google-analytics.com/analytics.js','ga'); ga('create', 'UA-33635146-1', 'auto'); ga('send', 'pageview');

Berita Terkini

Prestasi

Kuliah Umum & Kunjungan Perusahaan

Pada tanggal 1 November 2016, bertempat di Ruang Rapat PPHUI Universitas Bakrie diadakan Guest Lecture oleh Bapak Pandit Pranggana, S.T., M.Sc. selaku Project Supervisor untuk Road Rerouting Project PT. Donggi Senoro LNG (DSLNG) di Luwuk, Banggai, Sulawesi Tengah dengan tema “10 things you should know on road construction process”.

 

DSLNG merupakan proyek LNG pertama di Indonesia yang menganganut model pengembangan usaha hilir, yaitu memisahkan kegiatan hulu pasokan bahan baku gas alam dari kegiatan hilir memproduksi LNG yang berdasar pada undang-undang Migas No.22/2001. Proyek gas DSLNG merupakan salah satu kegiatan industri yang termasuk dalam Master Plan Pembangunan Ekonomi Indonesia. Lokasi proyek kilang DSLNG ini berlokasi di Kabupaten Banggai, Provinsi Sulawesi Tengah, Indonesia, sekitar 45 kilometer arah Tenggara dari Luwuk, ibukota Kabupaten Banggai. Kilang ini berada di pesisir pantai menghadap Selat Peling.

Menurut Beliau, sulitnya akses menuju kilang DSLNG serta kondisi medan yang rawan akan lintasan pipa gas bertekanan tinggi yang berkelok mengikuti kontur tanah, menjadi salah satu penyebab sulitnya pembangunan jalan hingga akhirnya dilakukan Road Rerouting Project (RRP). Langkah rerouting ini dirasa perlu dilakukan karena akses jalan yang ada dianggap terlalu dekat dengan kilang DSLNG serta lintasan pipa pipa gas. Selain itu, ancaman kebocoran pipa gas bertekanan tinggi pada project LNG mendorong PT. Donggi Senoro LNG untuk selalu memprioritaskan keamanan baik di lokasi proyek maupun lingkungan sekitarnya. RRP direncanakan memiliki panjang sebesar 12,208 m dan juga terdapat Arch Culvert sepanjang 99,1 m yang dibagun pada rute jalan yang melewati anak sungai Musolang.

Pada kesempatan tersebut, beliau juga memaparkan berbagai aspek serta detail yang harus diperhatikan dalam pekerjaan proyek pembangunan jalan mulai dari perencanaan hingga finishing project. Aspek aspek tersebut diantaranya adalah history dari lahan, road planning, pihak pihak yang terkait dalam legal aspect, tahapan survey dan design, proses tender serta macam macam ketentuan dalam pelelangan tender, land acquisition, tahapan dalam konstruksi, social issue yang harus kita pahami di lokasi proyek, supervision, maintenance, hingga Value of Engineering. Aspek aspek tersebut juga dinilai sebagai pengetahuan utama yang mendasari seorang Engineer dalam melakukan pekerjaan proyek konstruksi baik perencanaan jalan maupun proyek konstruksi lainnya.

Pendaftaran Mahasiswa Baru Universitas Bakrie Dibuka Kembali Pada Tanggal 28 Juni 2017.
Selama Libur Hari Raya (23-27 Juni 2017) Bisa Menghubungi Hotline (Whatsapp) di 0856 777 9945 atau LINE : @universitasbakrie