(function(i,s,o,g,r,a,m){i['GoogleAnalyticsObject']=r;i[r]=i[r]||function(){ (i[r].q=i[r].q||[]).push(arguments)},i[r].l=1*new Date();a=s.createElement(o), m=s.getElementsByTagName(o)[0];a.async=1;a.src=g;m.parentNode.insertBefore(a,m) })(window,document,'script','https://www.google-analytics.com/analytics.js','ga'); ga('create', 'UA-33635146-1', 'auto'); ga('send', 'pageview');

Kerjasama Universitas Bakrie dengan Universitas ternama di Jepang dituangkan dalam bentuk pertukaran pelajar yang dinamakan Sakura Science Program. Peserta yang terpilih tidak dipungut biaya apa pun oleh Universitas Bakrie untuk mengikuti program ini. Apa rahasianya? Kegiatan ini disponsori secara penuh oleh Japan Science and Technology Agency (JST) melalui skema Sakura Science Program.

Negara-negara yang termasuk dalam program ini ada 15, yaitu Brunei Darussalam, Kamboja, RRC, India, Indonesia, Korea, Malaysia, Laos, Mongolia, Myanmar, Filipina, Singapura, Taiwan, Thailand, dan Vietnam. Adapun kalangan yang dapat mengikuti program ini terdiri dari siswa SMA, mahasiswa, peneliti post-doctoral, dan juga guru. Batasan umurnya adalah tidak lebih dari 40 tahun.

Sakura Exchange Program in Science (Sakura Science Program) adalah sebuah program yang melingkupi pertukaran pelajar di kawasan Asia di bidang sains dengan konsep Japan-Asia Youth Exchange Program in Science. Latar belakang terbentuknya program ini adalah untuk mendukung kemajuan ilmu dan teknologi di kawasan Asia. Tujuan program ini menyasar minat dan ketertarikan pemuda-pemudi Asia terhadap ilmu dan teknologi, salah satunya adalah dengan mengadakan pertukaran pelajar. Selama sepekan mahasiswa Universitas Bakrie akan belajar di Universitas rekanan Universitas Bakrie di Jepang yang melingkupi guest lecture, workshop, penelitian dan study tour.

 

 

Berita Lainya