Tidak pernah terbayangkan sebagai mahasiswa Teknik Sipil di Indonesia bisa belajar mengenai infrastruktur, teknologi dan konstruksi  dengan beasiswa di Jepang. Setelah menempuh perjalanan 2.5 jam menggunakan shinkansen akhirnya kami tiba di Tokyo.

Selama di Tokyo pertama kami mengunjungi site construction untuk sekolah menengah atas, bangunan ini di renovasi utuh karena umurnya yang sudah tua. Di tempat tersebut saya melihat bahwa tempat konstruksi di Jepang memiliki tingkat keselamatan yang sangat tinggi salah satunya seperti menggunakan pengaman pada kabel listrik di sekitar lokasi konstruksi. Karena Jepang memiliki musim dingin, mereka juga menggunakan cairan yang di semprotkan ke seluruh dinding kolom dan balok untuk menahan udara di dalam ruangan yang terbuat dari petroleum.

Hal yang menarik disini adalah waste management  yang lebih teratur dari Indonesia, site konstruksi yang lebih rapih dan proses pengecoran dengan papan /becasting yang lebih rapih dari di Indonesia sehingga hasil pengecoran kolom lebih rapih , kolom" yang ada di jepang lebih besar untuk bangunan tingkat 4 dan bahkan ada beberapa balok yang di prestress karena rawan gempa. Ada juga spray semacam polimer yang memberikan fire protection dan heat efeciency jadi bangunan tidak rawan terhadap suhu. Hal yang menarik adalah pengecoran dengan kayu khusus sehingga ada pola kayu pada hasil pengecoran.

Setelah mengunjungi konstruksi untuk sekolah menengah atas kami menuju konstruksi untuk fasilitas para disabilitas. Walaupun masih dalam tahap pemancangan tetapi terdapat banyak hal menarik yang dapat dilihat seperti pengerjaannya yang sangat rapih dan efisien. Banyak hal menarik dan inovasi yang dapat meningkatkan ke efisien dari pengerjaan konstruksi yang dapat dipelajari dan mungkin mampu untuk di aplikasikan di Indonesia. Kami mendapatkan penjelasan mengenai konsep bangunan, fungsi, material yang digunakan, dan beberapa detail lainnya.

Selanjutnya kami mengunjungi kota Shibuya dan menyempatkan diri untuk berfoto di lokasi patung Hachiko, ke Harajuku dan kemudian kembali ke hotel untuk beristirahat.

Tempat kedua yang kami kunjungi adalah proyek pembangunan sekolah untuk anak berkebutuhan khusus. Proyek ini sekarang masih pada tahap penggalian untuk retaining wall. Kami menyaksikan proses penggalian dan pembuangan waste dari site. Sangat bersih sekali tidak mengotori jalanan. Kami diberikan juga desain retaining wall dan peletakan kolom.

 

Berita Lainya