(function(i,s,o,g,r,a,m){i['GoogleAnalyticsObject']=r;i[r]=i[r]||function(){ (i[r].q=i[r].q||[]).push(arguments)},i[r].l=1*new Date();a=s.createElement(o), m=s.getElementsByTagName(o)[0];a.async=1;a.src=g;m.parentNode.insertBefore(a,m) })(window,document,'script','https://www.google-analytics.com/analytics.js','ga'); ga('create', 'UA-33635146-1', 'auto'); ga('send', 'pageview');

Pembangunan sarana pendidikan, Universitas Bakrie, di kawasan hunian terintegrasi Bogor Nirwana Residence (BNR) yang dimulai pada April 2011 diharapkan selesai pada 2012.

Kampus tersebut akan dilengkapi dengan berbagai sarana dan prasarana belajar dan mengajar sehingga memungkinkan mahasiswa Universitas Bakrie didik melalui program yang dinamakan teknopreneur (ahli teknik dan pengusaha). Kemudian untuk pembangunan tahap kedua diprediksi dapat menampung 5.000 mahasiswa pada 2015, hingga pembangunan tahap ketiga yang direncanakan selesai pada 2023, dapat menampung 15.000 mahasiswa. "Secara bertahap mahasiswa akan kami relokasi dari kampus lama di kawasan Pasar Festival Kuningan, Jakarta Selatan, ke lokasi baru di BNR," ujar Rektor Universitas Bakrie Prof Ir Sofia WAlisjahbana MSc PhD. Sementara itu, Ratna Indira Bakrie, Ketua Yayasan Pendidikan Bakrie, mengatakan, untuk pembangunan gedung kampus tahap I ini diharapkan dapat menampung 2.000 mahasiswa. Dia mengatakan,Universitas tersebut nantinya dirancang menggunakan konsep bangunan ramah lingkungan (ecogreen building), termasuk penggunaan energi listrik yang dirancang menjadi lebih hemat. "Kami sudah menghitung energi yang dapat dihemat mencapai 30%, termasuk penggunaan AC dapat dihemat sampai dengan tiga jamdari 12 jamoperasi," ujamya. Sofia menambahkan, pihaknya bertekad menjadikan seluruh lulusannya siap pakai saat memasuki dunia kerja. Untuk itu, berbagai program mata kuliah yang diajarkan dan kegiatan ekstrakurikuler yang diberikan kepada mahasiswanya mengikuti perkembangan terkini dalam bidang ekonomi dan teknik. "Lulusan kami sebagian sudah bekerja di perusahaan nasional dan multinasional, sedangkan sebagian lagi melanjutkan pendidikan S-2 dan membuka usaha," kata Sofia. Sofia mengatakan, pihaknya telah mewisuda total 72 sarjana dari program studi ilmu manajemen dan dari program studi akuntansi. [Hardani Triyoga]

Berita Lainya