(function(i,s,o,g,r,a,m){i['GoogleAnalyticsObject']=r;i[r]=i[r]||function(){ (i[r].q=i[r].q||[]).push(arguments)},i[r].l=1*new Date();a=s.createElement(o), m=s.getElementsByTagName(o)[0];a.async=1;a.src=g;m.parentNode.insertBefore(a,m) })(window,document,'script','https://www.google-analytics.com/analytics.js','ga'); ga('create', 'UA-33635146-1', 'auto'); ga('send', 'pageview');

Mahasiswa Universitas Bakrie didampingi oleh para dosen yang terdiri dari Bapak Ade Asmi (Kaprodi Teknik Sipil), Ibu Sirin Fairus (Kaprodi Teknik Lingkungan) dan Bapak Ihsan (Dosen Teknik Sipil) berkunjung ke Taman Jagakarsa untuk menemui penggiat lingkungan, Bapak Sarmili.(15/03)

Selama kunjungan, bapak Sarmili menjelaskan riwayat bantaran sungai Ciliwung sektor 5 yang dijadikan Taman Jagakarsa yang asri. Hal ini dikarenakan permukiman di Kota Jakarta yang padat membutuhkan taman atau Ruang Terbuka Hijau. Banyak taman yang sudah dibangun di Jakarta, mulai dari pusat kota hingga pinggiran kota dan salah satunya adalah Taman Jagakarsa.

Taman ini berada di Jalan H Mahjur Gang 100, Lenteng Agung, Jagakarsa, Jakarta Selatan. Taman yang baru selesai dibangun pada akhir Desember 2015 lalu. Lokasinya berada di belakang pemukiman warga, dekat Sungai Ciliwung.

Untuk masuk ke taman ini, ada tangga menurun yang agak mirip dengan Taman Barito di Jakarta Selatan. Dari diskusi yang dilakukan ternyata banyak potensi kerjasama dapat dilakukan untuk mengembangkan fungsi taman tersebut yang nantinya juga melibatkan mahasiswa. Dalam pertemuan itu bergabung juga Jessica, mahasiswa dari Muchen Jerman yang sangat tertarik untuk terlibat.

Berita Lainya