(function(i,s,o,g,r,a,m){i['GoogleAnalyticsObject']=r;i[r]=i[r]||function(){ (i[r].q=i[r].q||[]).push(arguments)},i[r].l=1*new Date();a=s.createElement(o), m=s.getElementsByTagName(o)[0];a.async=1;a.src=g;m.parentNode.insertBefore(a,m) })(window,document,'script','https://www.google-analytics.com/analytics.js','ga'); ga('create', 'UA-33635146-1', 'auto'); ga('send', 'pageview');

IEESS (Indonesia Environmental Engineering Student Summit) merupakan program kegiatan tahunan yang dilaksanaan oleh IMTLI (Ikatan Mahasiswa Teknik Lingkungan Indonesai) yang berlangsung di Universitas Bakrie (22/09). Kegiatan ini menjadi suatu wadah untuk bertukar pikiran baik antara mahasiwa Teknik Lingkungan dengan masyarakat, pemerintah ataupun pihak swasta dalam mewujudkan sanitasi di Indonesia yang lebih baik lagi.

Salah satu bentuk dukungan yang diberikan oleh Universitas Bakrie (UB) dalam mewujudkan sanitasi di Indonesia, yaitu menjadi tuan rumah dalam pelaksanaan kegiatan IEESS 2017. Selain itu, bukan hanya mahasiswa program studi (prodi) Teknik Lingkungan Universitas Bakrie yang terlibat, salah satu dosen Teknik Lingkungan UB juga ikut andil, Diki Surya Irawan, ST., MSi. sebagai moderator dalam kegiatan tersebut.

Selain itu, kehadiran Bapak Irwan Sarkawi selaku Presiden Komisaris PT Bakrie and Brothers Tbk juga turut memberikan sumbangsih dan keantusiasan beliau dalam kegiatan ini. Beliau juga berbagi pengalamannya dalam upaya memperbaiki sanitasi di lingkungan kawasan epicentrum dengan harapan dapat terus  diperbaiki lagi kedepannya.

Kegiatan IEESS 2017 saat ini mengangkat tema “Meningkatkan Peran Serta Masyarakat, Pemerintah, dan Swasta Dalam Mewujudkan Masa Depan Sanitasi Indonesia Yang Lebih Baik Dengan Program 100.0.100”. Pelaksaan kegiatan ini dipaparkan dalam bentuk beberapa kegiatan, yaiutu seminar dan forum group discussion (FGD).

Seminar IEESS merupakan pemaparkan materi dengan menghadirkan pemateri yang ahli dalam bidang sanitasi, baik dari segi infrastruktur maupun kesehatan dengan menghadirkan Ir. Dodi Krispratmadi, M. Env.E selaku Direktur Pengembangan Penyehatan Lingkungan Pemikiman Ditjen Cipta Cipta Karya Kementerian PUPR, Itsnaeni Abbas selaku Environmental Health Program WHO.

Sedangkan FGD merupakan diskusi yang dilakukan oleh peserta mengenai pembahsan dalam mewujudkan sanitasi yang lebih baik sesuai dengan program dari PUPR 100.0.100. Diskusi ini dilakukan dengan pembagian kelompok dari tiga sudut pandang, yaitu pemerintah, swasta dan masyarakat.

Berlangsungnya rangkaian acara IEESS ini tentu memiliki sebuah harapan, seperti yang diungkapkan oleh Ara, ketua pelaksana IEESS 2017, “Kegiatan ini bisa memajukan sanitasi Indonesia, bisa memeperbaiki sanitasi Indonesia, yang diutamakan sih inovasi-inovasi yang disampaikan di forum ini bisa diterapkan dan didengar oleh pemerintah melalui adanya peran mahasiiwa tersendiri, karena pemerintah juga datang langsung ke acara ini”.

Berita Lainya