(function(i,s,o,g,r,a,m){i['GoogleAnalyticsObject']=r;i[r]=i[r]||function(){ (i[r].q=i[r].q||[]).push(arguments)},i[r].l=1*new Date();a=s.createElement(o), m=s.getElementsByTagName(o)[0];a.async=1;a.src=g;m.parentNode.insertBefore(a,m) })(window,document,'script','https://www.google-analytics.com/analytics.js','ga'); ga('create', 'UA-33635146-1', 'auto'); ga('send', 'pageview');

Dalam rangka lanjutan realisasi kegiatan kerjasama antar bank sampah induk gesit kelurahan menteng atas dan Universitas Bakrie (UB). Program Studi (Prodi) Teknik lingkungan (TLK) UB mengadakan kegiatan yang bertemakan "Urban Farming". Kegiatan ini dihadiri oleh ibu sirin fairus selaku kepala Prodi TLK, dan beberapa dosen TLK UB serta Ibu Ida selaku Koordinator Bank Sampah Induk Menteng Atas. Pada Kegiatan ini turut hadir perwakilan dari SMAN 79 dan SMAN 43 sebanyak 25 orang. Kegiatan ini diawali dengan pembukaan oleh kaprodi TLK UB. Ibu Sirin menjelaskan apa yang dimaksud urban farming, manfaat urban farming, serta sebab adanya urba farming. Selain itu, juga diadakan sesi tanya jawab yang di bombing oleh pak diki dan pak aqil.

Sesi tanya jawab terdri dari 6 pertanyaan, kuis yang diberikan meliputi apa yang diberikan oleh bu sirin sebelumnya. Acara ini pun semakin bertambah seru karena yang bisa menjawab pertanyaan akan diberi hadiah Setelah itu adalah penyampaian ateri oleh Bu Ida selau Koordinator Bank Sampah Induk (BSI) Menteng Atas. Beliau menjelaskan penerapan urban farming yang diterapkan pada bank sampah induk gesit Menteng Atas. Diantaranya adalah berkebun. Beberapa sayuran yang ditanam di sana adalah, kangkung, bayam, selada, pakcoy dan yang lainnya. Untuk penanamannya pun menggunakan kompos yang diproduksi oleh bank sampah induk gesit menteng atas. Selain itu, BSI menteng atas juga memproduksi kompos cair. Setelah menjelaskan penerapan urban farming serta hal-hal apa yang menguntungkan dari urban farming ini, BU Ida mengajak peserta untuk touring dan memanen sayuran yang sudah bisa dipanen.

Siswa/i dari SMA 79 dan SMA 43 sedang memanen tanaman dari hasil urban farming yang sangat berkaitan dengan teknik lingkungan karena dapat mengetahui bagaimana cara memanfaatkan lahan sedikit untuk menjadi suatu lahan yang berguna.

Hasil panen yang berada di lokasi tersebut bisa di petik lalu dikelola menjadi lauk makan siang. Pengolahan ini dilakukan oleh Ibu Ida, Ibu Siri serta beberapa peserta. Suasana kebersamaan antara dosen dan peserta menambah keeratan pada siang hari itu. Setelah melakukan makan siang, barulah acara penutupan yg dipimpin oleh Ibu Sirin. Kegiatan ini dilakukan dengan harapan bisa menambah wawasan dan pengalaman yang bermanfaat bagi peserta yang hadir.

Dari sebelah kiri, Pak Aqil , Pak diki selaku dosen dan Ibu Sirin  Kaprodi teknik lingkungan sedang bersiap-siap untuk mengelola bahan makanan yang telah di petik di kebun urban farming.

 

Berita Lainya