(function(i,s,o,g,r,a,m){i['GoogleAnalyticsObject']=r;i[r]=i[r]||function(){ (i[r].q=i[r].q||[]).push(arguments)},i[r].l=1*new Date();a=s.createElement(o), m=s.getElementsByTagName(o)[0];a.async=1;a.src=g;m.parentNode.insertBefore(a,m) })(window,document,'script','https://www.google-analytics.com/analytics.js','ga'); ga('create', 'UA-33635146-1', 'auto'); ga('send', 'pageview');

Jakarta (4/4/2017) – Membuktikan penerapan “Experiential Learning”, Prodi Ilmu Komunikasi Universitas Bakrie kembali mengadakan Guest Lecturer (GL) sekaligus Field Visit (FV) pada Senin (3/4) ke PT. Bakrieland Development Tbk, Wisma Bakrie 1, Kuningan, Jakarta Selatan. Kegiatan diikuti oleh mahasiswa Ilmu Komunikasi peminatan Public Relations & Corporate Communication dengan pembicara Yudy Rizard Hakim, Chief of Corporate Affairs Officer PT. Bakrieland Development Tbk.

Topik yang dibahas dalam GL kali ini adalah “Managing Corporate Branding.” Yudy menjelaskan bahwa ada tiga jenis branding, yaitu personal branding, product/marketing branding, dan corporate branding. Personal Branding adalah komponen terpenting yang harus dimiliki setiap individu. Menurut Yudy, orang lain akan melihat diri seseorang berdasarkan personal branding-nya. Tidak peduli bagaimana karakter sesungguhnya dari orang tersebut, tapi kesan baik yang ditunjukkan pada 20 detik pertama dapat menimbulkan ketertarikan terhadap orang tersebut.

“Kita sebagai orang komunikasi harus bisa membentuk personal branding kita sendiri. Kita baru bisa disebut jadi orang komunikasi kalo kita bisa membuat orang lain mengikuti topik kita. Coba kita masuk ke sekumpulan orang lalu coba membuka topik. Apabila lima menit pertama mereka sudah bisa mengikuti topik kita, maka kita pantas disebut orang komunikasi. Orang komunikasi harus jadi influencer.” ujar Yudy.

Orang yang mampu membentuk personal branding yang baik dalam dirinya maka ia diyakini mampu untuk menciptakan corporate branding suatu perusahaan. Corporate branding dapat terbentuk apabila suatu perusahaan terdiri dari komponen-komponen yang semuanya bekerja sama secara beriringan untuk mengatur segala hal yang berkaitan dengan employee, customer, community, OJK, analis saham, vendor, pemegang saham, dan media. Yudy mengibaratkan komponen-komponen tersebut seperti suatu lingkaran di mana komponen-komponen tersebut harus selalu terhubung sebesar 360 derajat. Apabila satu komponen tidak berfungsi dengan baik, maka corporate branding yang baik tidak akan terbentuk.

Kegiatan GL ini diakhiri dengan sesi tanya jawab dan ditutup dengan pemberian sertifikat dari Program Studi Ilmu Komunikasi. Dengan diadakannya kegiatan GL dan FV tersebut diharapkan mahasiswa mendapatkan pemahaman lebih luas seputar materi perkuliahan yang diimplementasikan pada kehidupan nyata.

 

Berita Terkini

Kuliah Umum & Kunjungan Perusahaan

Testimoni Program Kelas Karyawan

Berita Lainya