(function(i,s,o,g,r,a,m){i['GoogleAnalyticsObject']=r;i[r]=i[r]||function(){ (i[r].q=i[r].q||[]).push(arguments)},i[r].l=1*new Date();a=s.createElement(o), m=s.getElementsByTagName(o)[0];a.async=1;a.src=g;m.parentNode.insertBefore(a,m) })(window,document,'script','https://www.google-analytics.com/analytics.js','ga'); ga('create', 'UA-33635146-1', 'auto'); ga('send', 'pageview');

[UBpreneur] - Pada semester genap 2016/2017 ini, Prodi Manajemen Universitas Bakrie mulai menyertakan sistem belajar online pada mata kuliah Pengembangan Keterampilan Kewirausahaan. Perkuliahan ini mengadopsi metode belajar kewirausahaan dari Wadhwani Foundation (WF), melalui aplikasi komputer (mobile apps) Learn Wise.

 

Keseluruhan program Learn Wise terdiri dari 6 tahap, yakni: orientation, discovery, practice, startup, growth, dan expansion. Setiap tahap terdiri dari 8-10 modul (lesson), yang disampaikan oleh narasumber program WF dalam bentuk video dan modul tertulis. Sebanyak 70 mahasiswa mengikuti program terbagi dalam 2 batch, masing-masing dibawah bimbingan dan pengawasan Dr. Didit Herawan dan Dr. Suwandi, selaku dosen kewirausahaan, dan dibantu oleh Bapak Millian Ikhsan selaku project manager WF Indonesia yang turut membantu penyelenggaraannya.

Ketua Program Studi Manajemen, Taufiq M. Amir, Ph.D., menyambut baik perkembangan ini, “Selaras dengan kurikulum prodi Manajemen yang memberi penekanan pada digitalisasi. Juga sangat uptodate, karena sudah memasukkan pendekatan design-thinking ke dalam pembelajarannya”.

Mahasiswa mendaftar melalui smartphone dan bisa belajar di mana saja

Proses registrasi dan awal pengenalan kuliah online dilakukan di dalam kelas dan lab komputer. Materi tahap Orientation terdiri dari pelajaran 1-9 berisi tema-tema berikut: (1) Let’s get started, (2) Explore e-Cell on campus, (3) Listen to some success stories, (4) Characteristics of a successful entrepreneur, (5) Communicate effectively, (6) Design thinking for customer delight, (7) Sales skills to become an effective entrepreneur, 8) Managing risks and learning from your failures, (9) Are you ready to be an entrepreneur?

Pada tahap berikutnya, yakni tahap Discovery, mahasiswa diharapkan sudah dapat membuat prototype dari produk yang akan dikembangkan secara bertahap dan terstruktur. Tahap discovery meliputi pelajaran: (1) Self discovery, (2) Idea generation, (3) Idea evaluation, (4) Entrepreneurial outlook, (5) Customer discovery, (6) Value proposition design, (7) Prototyping dan (8) Capstone project presentation.

Wadhwani Foundation didirikan pada tahun 2000 oleh Dr. Romesh Wadhwani (wirausahawan dari India yang sukses berbisnis di Amerika), dengan misi mempercepat pertumbuhan ekonomi India dan negara berkembang lainnya. Salah satu inisiatifnya adalah dalam pengembangan kewirausahaan yang dimulai tahun 2003. Hingga kini, komunitasnya menjadi komunitas kewirausahaan yang terbesar di India, dengan lebih dari 500 perguruan tinggi terlibat, 1000 dosen, dan 200.000 peserta online. Program ini kemudian dikembangkan untuk membantu kewirausahaan di negara berkembang lain, yakni: Bangladesh, Indonesia, Malaysia, Philippines, Kenya, Uganda, dan Mexico Di Indonesia, lebih dari 15 perguruan tinggi telah bekerjasama dan menerapkan sistem pembelajaran online ini, diantaranya adalah: Universitas Bakrie, Universitas Indonesia, Universitas Nasional, Univeristas Binus, dan beberapa lainnya. Peserta dari program ini dapat berhubungan dengan peserta dari negara lain maupun mentor Internasional yang tergabung. (dit)

Diskusi dosen dan mahasiswa dalam one-on-one coaching

 

Berita Terkini

Kuliah Umum & Kunjungan Perusahaan

Testimoni Program Kelas Karyawan