LPP | LPKM  |  LibraryUBpreneurUBCareer

 

 

 

Jakarta (6/12)-Universitas Bakrie mengadakan acara Guest Lecture dengan tema “Game Industry Potential” dengan pembicara Arief Widhiyasa, CEO dari Agate Studio, di usianya yang masih muda, Arief sudah memiliki 70 karyawan, 4 cabang Agate Studio yang tersebar di seluruh Indonesia.

 

Arief lalu menceritakan awal Agate Studio berdiri. Kisah bermula ketika Arief dan sekitar 30 temannya di Institut Teknologi Bandung berkumpul saat dengar ada lomba pengembangan game di 2007. "Bikin game, kalah. Tapi terus iseng ikut lomba," ucapnya, di fase awal para karyawan Agate Studio juga rela digaji Rp 50 ribu perorang dengan jam kerja bahkan hingga 15 jam.

Sebagai strategi awal, game buatan Agate Studio dirilis di pasar internasional. Ini disebabkan animo dan gairah pasar game di Indonesia masih kecil. Platform game yang dibuat pun kebanyakan berbasis web. Tapi dalam waktu singkat Agate Studio terus mengembangkan game dan mulai hadir di platform mobile berupa aplikasi.

Menurut Arief, potensi industri game di Indonesia sangat tinggi karena penikmat game sekarang menyeluruh ke semua usia, menurutnya semua itu berawal dari ide, bahkan berawal dari sebuah masalah sehingga menumbuhkan motivasi. Lalu bagaimana dengan Local Market Condition? Menurut Arief, dari segi Market, Talent, Capital dan Developer, Indonesia memiliki potensi yang sangat besar, karena semua tersedia.

Kerjasama

Connect with us

Universitas Bakrie
Jl.H.R Rasuna Said Kav C-22, Kuningan Jakarta
(021) 526 1448 fax (021) 526 3191
0856 777 9945
www.bakrie.ac.id