LPP | LPKM  |  LibraryUBpreneurUBCareer

 

 

 

Jakarta (30/3)-Salah satu tantangan terbesar bagi pemerintah saat ini adalah mengatasi kemacetan di ibu kota, oleh karena itu Pemerintah Provinsi (Pemprov) DKI Jakarta diharapkan untuk terus melakukan terobosan. Salah satunya yaitu dengan menggalakkan pembangunan Jalan Layang Non Toll (JLNT) di Jakarta. Konstruksi seperti ini membutuhkan insinyur- insinyur sipil yang mampu membangun infrastruktur seperti membangun jalan layang dan jalan bawah tanah di perlintasan kereta api tanpa menyebabkan macet.

 

Menjawab tantangan tersebut, pada Guest Lecture kali ini, Prodi Teknik Sipil mengundang Yohanes Prakoso, ST., salah satu praktisi yang sudah berpengalaman di bidang konstruksi lebih dari belasan tahun, diantaranya beliau pernah turut membangun Marina Bay Sands Hotel dan Sentosa New Bridge – Singapore, sebagai Project Engineer, ketika beliau bekerja di Singapura dibawah perusahaan VSL Singapore Pte.Ltd. Selain itu beberapa proyek-nya yang terkenal di Indonesia adalah Siak Bridge – Cable Stay Bridge, Mall of Indonesia, Islamic Center Samarinda dan masih banyak lagi. Pada saat ini beliau menjabat sebagai Business Development Manager di Reinforced Earth – Freyssinet, The Leading Specialist Civil Engineering Contractor di dunia. Acara Guest Lecture ini di buka dan dipandu oleh Bpk. Dr. Ade Asmi, ST., M.Sc yang juga sebagai Ketua Program Studi Teknik Sipil Universitas Bakrie.

Pak Yohanes yang akrab dipanggil Pak Koko ini menceritakan berbagai pengalamannya di lapangan, proses konstruksi step by step dan metode-metode dalam konstruksi yang paling tepat untuk di aplikasikan pada setiap pengerjaan proyek yang berbeda. Bapak yang humoris ini, membuat acara GL menjadi tidak membosankan dengan memberikan penjelasan lewat gambar animasi 3D dan film pendek, mahasiswa banyak belajar lewat pengalaman nyata yang dialami oleh beliau. Terutama belajar untuk menghindari kesalahan-kesalahan terbesar yang dilakukan oleh kontraktor lewat beberapa studi kasus.

Masuk ke dalam pembangunan Jalan Layang Non-Tol Kasablanka, Pak Koko menjelaskan lewat film pendek yang ditampilkan pada acara GL tersebut, mahasiswa jadi memahami kehebatan rekayasa sipil yang dapat memancing rasa ingin tahu dan kecintaan mahasiswa kepada ilmu sipil, dalam film pendek tersebut diperlihatkan bagaimana membangun penyangga sebesar dan setinggi itu? Bagaimana mengangkat material badan jalan yang amat berat itu? Bagaimana merekatkan satu material dengan material lain agar kuat namun juga tetap ada ruang untuk pemuaian? Bagaimana mendesain agar pemasangan di satu titik klop dengan pemasangan di titik lain? Bagaimana jika terjadi gempa? Dan masih banyak pertanyaan lain yang terjawab dalam acara GL tersebut.

Jalan Layang non-tol Kasablanka sendiri memakai metode yang disebut “Balance Cantilever”, yaitu metode yang dikembangkan untuk meminimalkan resiko pengerjaan proyek di atas jalur lalu lintas yang padat. Pada metode ini digunakan satu buah Gantry atau lebih yang digunakan sebagai peluncur segmen segmen Box Girder yang ada. Kelebihan metode ini tidak menggganggu lalu lintas yang ada di bawah pengerjaan jembatan tersebut dan tidak memerlukan banyak tenaga kerja untuk pemasangan di lapangan. Hal inilah yang merupakan tantangan bagi lulusan tenik sipil pada sekarang ini, yaitu bagaimana caranya bangun proyek underpass dan fly over tanpa memakai ruangan yang besar yang membuat kemacetan bertambah.

Dua hal yang harus diperhatikan oleh para mahasiswa menurut beliau adalah, pertama, setiap desain yang kita buat bisa dikerjakan di lapangan dan untuk selalu memperhatikan unsur ‘safety’ dalam setiap desain yang kita buat. Rahmat Efendi (Teknik Sipil, 2012) peserta dalam GL tersebut mengatakan dengan adanya GL ini, tentunya memberikan motivasi yang lebih bagi mahasiswa untuk terjun ke dunia kerja. Intinya keberanian dan keinginan merupakan kunci sukses dalam dunia kerja. Selain itu juga membuka wawasan para mahasiswa untuk mengetahui secara langsung penerapan ilmu khususnya aplikasi beton prategang dalam dunia konstruksi.

 

 

Kerjasama

Connect with us

Universitas Bakrie
Jl.H.R Rasuna Said Kav C-22, Kuningan Jakarta
(021) 526 1448 fax (021) 526 3191
0856 777 9945
www.bakrie.ac.id