fbpx

Para dosen TLK menghadiri Temu Wicara Komunikasi Perubahan Iklim yang digelar di Assembly Hall Jakarta Convention Center (JCC) pada tanggal 18 April 2013. Temu Wicara ini merupakan salah satu rangkaian acara dari The 3rd Indonesia Climate Change Education Forum & Expo (ICCEFE) 2013, 18-21 April 2013.

Mengusung tema 'Working Together, Saving Tomorrow Today', ICCEFE 2013 adalah ajang bertukar informasi tentang isu-isu perubahan iklim lewat dunia pendidikan. Oleh karena itu, temu wicara yang digagas oleh Dewan Nasional Perubahan Iklim (DNPI) berfokus pada komunikasi perubahan iklim berdasarkan peran masing-masing, termasuk di dalamnya adalah dunia pendidikan. Temu wicara ini dibuka oleh asisten dari Pak Rachmat Witoelar sebagai Ketua Harian DNPI yang kebetulan berhalangan hadir dan Ketua Repsentatif JICA Indonesia, Atsushi Sasaki. Kemudian, Amanda Katili-Niode sebagai Koordinator Divisi Komunikasi, Informasi dan Pendidikan di Dewan Nasional Perubahan Iklim mengajak peserta berdiskusi mengenai tantangan dan peluang dalam mengkomunikasikan perubahan iklim, khususnya di Indonesia. Tak kalah menariknya presentasi dari Akiko Tajima yang fasih berbahasa Indonesia. Beliau memaparkan kegiatannya sebagai  anggota tim sukarelawan Junior Expert JICA di Palembang. Kunjungan ke sekolah-sekolah di Palembang untuk melakukan penyuluhan lingkungan hidup menjadi salah satu agendanya. Terlihat juga beliau membawa model keranjang takakura untuk sarana pengomposan sederhana. Setelah coffee break, acara dilanjutkan dengan diskusi kelompok.  Kelompok akan terbagi menjadi 3 sesuai dengan perannya, yaitu kelompok kementrian, kelompok LSM/media dan kelompok akademis/sektor swasta. Masing-masing kelompok akan dipimpin oleh 1 fasilitator dan akan ada 2-3 pemberi materi. Kebetulan para dosen TLK memilih kelompok akademis/sektor swasta. Presentasi yang sangat menarik  disampaikan oleh Gracia Paramita, Dosen Perubahan Iklim dari London School of Public Relation (LSPR) sekaligus Perwakilan Pemuda di The United Nations Environment Programme (UNEP) Tunza di Asia Pasifik. Di usianya yang muda, Gracia Paramita sangat inspiratif dalam memperjuangkan isu perubahan iklim melalui berbagai organisasi yang diikutinya. Beliau juga memaparkan tantangan bagi pendidik dalam mengkomunikasikan ilmu perubahan iklim. Bukanlah pekerjaan yang mudah untuk membuat para peserta didik merasa tertarik dan tergerak untuk ikut mengkomunikasikan isu perubahan iklim kepada lingkungannya. Selain itu, melalui keaktifan Gracia sebagai perwakilan UNEP TUNZA untuk area Asia Pasifik, peserta menjadi  mengerti, bagaimana peran pemuda dalam proses komunikasi perubahan iklim.

 


Gambar 2 Diskusi kelompok akademis/sektor swasta

Dari acara ini, dirasa sangat banyak inspirasi yang bisa didapatkan, khususnya mengenai komunikasi perubahan iklim dalam dunia pendidikan. Prodi Teknik Lingkungan Universitas Bakrie sebagai fasilitator pendidikan, diharapkan menjadi lebih luwes dalam mengkomunikasikan dan menanamkan nilai-nilai pendidikan lingkungan terutama di lingkungan Universitas Bakrie sendiri. Terbukti, pergerakan atas isu lingkungan seperti perubahan iklim terjadi bila ada salah satu pihak yang terinspirasi untuk ‘bergerak’. Untuk itu, diperlukan sikap konsisten dan keinginan untuk memberikan inspirasi bagi sekitar, khususnya bagi para dosen TLK.