fbpx

LPP | LPKM  |  LibraryUBpreneurUBCareer

 

 

 

Kurikulum merupakan perangkat inti dalam aktivitas pengajaran suatu perguruan tinggi. Penyusunan kurikulum yang baik perlu melibatkan berbagai pihak, tidak hanya dari internal universitas, tetapi juga melibatkan pemangku kepentingan lainnya. Pada hari Kamis 2 Mei 2013 yang lalu, Program Studi Ilmu dan Teknologi Pangan (Prodi ITP) melaksanakan kegiatan “Dengar Pendapat dan Peninjauan  terhadap Kurikulum Prodi ITP” dengan melibatkan beberapa pihak di luar Prodi ITP.

Kurikulum merupakan perangkat inti dalam aktivitas pengajaran suatu perguruan tinggi. Penyusunan kurikulum yang baik perlu melibatkan berbagai pihak, tidak hanya dari internal universitas, tetapi juga melibatkan pemangku kepentingan lainnya. Pada hari Kamis 2 Mei 2013 yang lalu, Program Studi Ilmu dan Teknologi Pangan (Prodi ITP) melaksanakan kegiatan “Dengar Pendapat dan Peninjauan  terhadap Kurikulum Prodi ITP” dengan melibatkan beberapa pihak di luar Prodi ITP. Secara umum, kurikulum di Unversitas Bakrie memiliki ciri khas berupa muatan-muatan yang menanamkan jiwa kewirausahaan secara intensif kepada mahasiswa. Dalam konteks Prodi, kurikulum perlu ditinjau dari sisi kekinian, bukan hanya perkembangan ilmu pengetahuan, tetapi juga kebutuhan stake holder dan calon pengguna lulusan perguruan tinggi. Ada pun yang hadir sebagai narasumber peninjau adalah Prof. Dr. Made Astawan, pakar ilmu pangan dan gizi dari IPB; Bapak Imron Kasidi, praktisi usaha menengah, kecil, dan Mikro (UMKM) yang juga pengurus KADIN; dan Bapak Niko Ningsus Songko, praktisi industri pangan. Turut hadir pula tim dosen kewirausahaan Universitas Bakrie, Dr. Didit Herawan dari Prodi Manajemen, dan Bapak Boy Pasaribu dari Inkubator Bisnis UBpreneur. Acara dengar pendapat ini secara resmi dibuka oleh Dekan FTIK, Dr. Esa Haruman, dan dilanjutkan dengan pemaparan mengenai kurikulum oleh Ketua Prodi ITP, Bapak Ardiansyah, PhD. Selanjutnya, para peninjau memaparkan pandangan, memberikan saran dan masukan terhadap kurikulum Prodi ITP secara bergantian. Dalam pemaparannya, Prof. Made Astawan menyampaikan bahwa kurikulum yang berkualitas dapat dilihat dari tiga aspek: (1) Efisiensi, (2) Produktivitas, dan (3) Relevansi. Kurikulum merupakan salah satu komponen yang berperan sebagai pendukung kompetensi lulusan perguruan tinggi, berupa kompetensi normatif, akademik, adaptif, dan profesional. Bapak Imron Kasidi menyampaikan pandangannya terhadap kurikulum dengan menitikberatkan muatan pendidikan kewirausahaan. Di kesempatan terakhir Bapak Niko Ningsus Songko menyampaikan kompetensi yang perlu dimiliki oleh lulusan Prodi ITP dalam menyikapi perkembangan di dunia industri pangan.  

Foto bersama dosen Prodi ITP dengan narasumber

 

Prodi ITP  menyikapi positif terhadap segala masukan dalam acara yang berlangsung selama hampir dua setengah jam ini. Masukan yang sangat berharga tersebut akan ditindaklanjuti sebagai bahan menetapkan kurikulum Prodi ITP untuk menghasilkan lulusan yang kompeten dan mampu bersaing di dunia kerja dan bisnis.

Kerjasama

Connect with us

Universitas Bakrie
Jl.H.R Rasuna Said Kav C-22, Kuningan Jakarta
(021) 526 1448 fax (021) 526 3191
0856 777 9945
www.bakrie.ac.id