fbpx

LPP | LPKM  |  LibraryUBpreneurUBCareer

 

PENERIMAAN MAHASISWA BARU

S1 Reguler Universitas Bakrie membuka jalur Penerimaan Mahasiswa Baru Tahun Akademik 2020-2021

Pendaftaran

 

S1 Kelas Karyawan Program Studi pilihan kelas karyawan: Manajemen, Akuntasi, Komunikasi, Teknik Industri

Pendaftaran

MAGISTER MANAJEMEN

Program MM-UB membuka penerimaan mahasiswa baru di setiap semester

Selengkapnya

 

 

 Universitas Bakrie PTS Ter-Akreditasi oleh BAN PT

Universitas Bakrie PTS Ter-Akreditasi oleh BAN PT

Universitas Bakrie berkomitmen untuk meningkatkan mutu dan kualitas lulusannya salah satunya dengan keberhasilan Universitas Bakrie meraih Akreditasi Institusi AIPT B berdasarkan SK BAN PT dengan No. 2672/SK/BAN-PT/Akred/PT/XI/2016 tertanggal 24 Nopember 2016; PTS Unggulan di Wilayah Kopertis III tahun 2013, The Best School of Management 2015 versi Majalah SWA, Dosen Berprestasi untuk Kopertis Wilayah III bahkan program studi Ilmu Komunikasi, Akuntansi dan Magister Manajemen telah ter akreditasi A.

Universitas Bakrie secara simultan meningkatkan mutu dan kualitas pendidikan di Indonesia

Universitas Bakrie secara simultan dan berkesinambungan meningkatkan mutu dan kualitas pendidikan di Indonesia melalui Tri Dharma Perguruan Tinggi, yaitu Pendidikan dan Pengajaran; Penelitian dan Pengembangan; dan Pengabdian Kepada Masyarakat. Lihat Berita

Masa Tunggu 0 Bulan dan Sudah Bekerja.

Lulusan Universitas Bakrie terserap dalam waktu 0 bulan di berbagai perusahaan bonafid di Indonesia dan Perusahaan Kelompok Usaha Bakrie.

Kreativitas dan Inovasi Mahasiswa dengan Fasilitas yang Mumpuni

Kreativitas dan produktivitas mahasiswa sebagai bentuk pengembangan kompetensi hardskill dan softskill yang dimiliki oleh para mahasiswa membangun intelektualitas dan kreativitas

Kegiatan utama di LPP adalah mengelola kegiatan penelitian yang dilakukan para tenaga pendidik di berbagai bidang sesuai dengan keahliannya. Pengelolaan ini mencakup beberapa aspek yaitu pengelolaan penelitian tenaga pendidik yang didanai oleh LPP, pengelolaan penelitian tenaga pendidik yang dananya berasal dari berbagai instansi luar seperti Dikti (Hibah Penelitian) maupun penelitian yang menjadi bagian dari beban kerja dosen.

Berita

Hingga saat ini, beras merupakan pangan terpenting di Indonesia. Harga beras memberi kontribusi pada ketahanan pangan, kemiskinan, stabilitas makro ekonomi dan pertumbuhan ekonomi.

Juga sangat penting secara politis. Konsumen dan petani skala kecil harus dilindungi. Pemerintah harus meminimalkan defisit pangan pokok strategis ini.

Harga pembelian pemerintah (HPP) diterapkan pemerintah untuk memberikan insentif bagi petani padi dengan memberikan jaminan tidak jatuhnya harga terutama saat panen raya. Harapannya akan tercipta stabilitas harga padi dan terpenuhinya pasokan dalam negeri. Namun fakta di lapangan, Bulog seringkali sulit membeli gabah petani karena meningkatnya harga aktual gabah dan beras yang terkadang jauh di atas HPP.
Sementara itu harga yang diterima petani juga sangat ditentukan oleh kualitas gabah/beras yang dihasilkan petani. Posisi pedagang cukup menguntungkan karena pada umumnya mereka memiliki sarana penggilingan gabah menjadi beras yang punya peran besar dalam penentuan kualitas beras yang dihasilkan. Sementara kualitas gabah yang dihasilkan petani tidak pasti, yang lebih banyak ditentukan dengan cara visual. Kualitas ini yang digunakan pedagang untuk melakukan transaksi dengan petani. Cara ini jelas tidak menguntungkan petani.

Sebenarnya sudah terjadi praktik dimana gabah/beras dengan kualitas yang baik dihargai lebih mahal. Persoalannya belum ada bahasa yang sama antara pedagang dan petani tentang perbedaan kualitas dan berapa perbedaan minimal harga produk.

Persoalan ini dapat dijawab dengan menerapkan HPP multikualitas. Panduan penerapannya dituangkan dalam SNI multikualitas sehingga ada panduan jelas jaminan harga menurut mutu kualitas gabah/beras petani. Dan juga diharapkan akan menarik petani untuk menghasilkan gabah/beras yang berkualitas dengan cara memperbaiki input produksi.

SNI multikualitas juga untuk menjawab perubahan pola konsumsi masyarakat. Saat ini masyarakat Indonesia mulai memilih mengonsumsi beras dengan kualitas premium dibanding medium. Konsumsi beras premium di Indonesia sudah mendekati 30%-40%, beras medium sekitar 60%-70%. Hal ini meningkat dibanding dulu hanya beras medium saja. Ini karena ada peningkatan daya beli dan pendapatan masyarakat. Disisi yang lain, tahun depan sudah diberlakukan MEA. Sebagai kawasan produksi dan konsumsi utama beras, penerapan SNI Multikualitas Beras Organik akan semakin relevan. Namun demikian, pemberlakuan MEA membawa konsekuensi dimana SNI juga harus disesuaikan dengan ASOA.

Saat ini, Aliansi Organik Indonesia, bekerjasama dengan para pakar baru saja selesai mengadakan riset mengenai SNI Multi Kualitas Beras Organik. Untuk itu, perlu kiranya hasil riset tersebut disampaikan untuk mendapatkan umpan balik yang memadai dari publik, dan terutama dari para pemangku kepentingan.

Tujuan Diskusi
1. Tersosialisasinya hasil riset SNI Multikualitas beras organik.
2. Adanya masukan dan tanggapan atas hasil riset SNI Multikualitas beras organik dari para pihak terkait dan publik.

Waktu dan Tempat Pelaksanaan
Hari/Tanggal : Jumat, 27 November 2015
Waktu : 09.00 - 11.00 WIB
Tempat : Ruang R1 & R2, Universitas Bakri, Jl. HR. Rasuna Said Kav. C22 GMSB, Kuningan, Jakarta di Jakarta
Agenda : Hasil riset SNI Multikualitas Beras Organik
Moderator : Anton Waso

Pembicara :
1. Dr. agr. Wahyudi David, M.Sc (Dosen Teknologi Pangan Univ. Bakrie dan Peneliti ISOFAR) tentang hasil riset Keterkaitan SNI Multikualitas Beras Organik dan Kesejahteraan Petani
2. Agung Prawoto (Biocert ) tentang hasil riset Pentingnya SNI Multikualitas Beras Organik dalam Menghadapi MEA dan ASOA

Pembahas :
1. Nyoman Oke (BSN)*
2. Agus Kardinan (Pokja PO)*
3. OKPO, Kemtan*
4. MASTAN*

Kerjasama

Connect with us

Universitas Bakrie
Jl.H.R Rasuna Said Kav C-22, Kuningan Jakarta
(021) 526 1448 fax (021) 526 3191
0856 777 9945
www.bakrie.ac.id